Selasa, 09 Okt 2018 09:58 WIB

Tubuh Wanita Ini Membengkak, Ternyata Ada Tumor di Otaknya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi sakit. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi sakit. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Seorang wanita tak menyadari bahwa perubahan di tubuhnya menandakan sesuatu yang sangat serius. Chloe Powell, pertama kali menyadari bahwa jari-jemarinya membengkak secara tiba-tiba pada tahun 2015.

Hal ini dirasakan wanita berusia 26 tahun itu saat mencoba cincin yang tidak muat di jarinya. Kemudian ukuran sepatunya yang semula 6 berubah menjadi 7. Bahkan itu saja masih dirasa sempit olehnya.

"Saya menyadari tangan dan kaki saya semakin besar dan besar, tetapi itu tidak membuat masuk akal sama sekali," ujarnya dikutip dari Metro.

Pada awalnya, dokter mendiagnosisnya dengan sindrom ovarium polikistik, yaitu kondisi di mana folikel yang tidak berbahaya berkembang di ovarium dan menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur dan masalah kesuburan.

Namun, Chloe merasa gejala yang dialami lebih dari sekedar permasalahan periode menstruasi. Menurutnya, gejala kebengkakan yang dialaminya tidak masuk akal.

Setengah tahun kemudian, ukuran tangan dan kakinya semakin membesar dan mengkhawatirkan. Bukan hanya tangan dan kaki, namun bagian tubuhnya yang lain juga ikut membengkak.

"Ada yang aneh dengan wajahku juga. Semuanya terlihat sangat bengkak. Kulit di wajahku sangat kasar dan hidungku semakin membesar, bukannya tumbuh lebih panjang seperti Pinokio, tapi besar dan bengkak," cerita Chloe.



Chloe pun harus melakukan serangkai pemeriksaan, mulai dari tes darah hingga pemeriksaan kadar hormon. Dokter menyadari ada yang tidak beres dengan darahnya. Akhirnya dilakukan scan MRI.

"Saya punya tumor 3,3 cm di kelenjar pituitari yang melilit arteri karotid-ku, yang menyalurkan darah beroksigen ke kepala dan leher dan saraf optikku," jelasnya.

"Tubuhku mulai mati," imbuhnya.

Pada 16 September 2016, Chloe pun harus menjalani proseudr pengangkatan tumornya. Operasi itu berjalan selama empat jam dan berhasil, namun ada beberapa hal yang mengalami kerusakan.

"Operasi itu berhasil, karena mereka berhasil mengangkat tumor, tetapi ada kerusakan permanen pada kelenjar pituitari saya. Sistem reproduksi saya, sistem tiroid dan adrenal, yang menghasilkan hormon steroid kortisol, semuanya berhenti bekerja dengan baik," tuturnya.



Ia harus mengonsumsi sembilan tablet pengganti hormon setiap harinya. Chloe pun mengembangkan penyakit Addison, yaitu gangguan yang terjadi ketika kelenjar adrenalin tidak bekerja secara maksimal.

Kondisi ini dapat mengancam jiwa jika Chloe merasa stres atau terguncang.

"Jika saya mulai muntah, flu, stres atau mengalami syok, apa pun yang membuat adrenalin saya naik, saya harus bereaksi, mengambil lebih banyak steroid dan pergi ke rumah sakit. Itu terjadi pada saya beberapa kali selama dua tahun terakhir dan itu sangat menakutkan," ceritanya.

Dua tahun ini, kondisi Chloe mulai membaik. Ukuran sepatuya sudah kembali normal. Dan ia berencana untuk memulai pendidikan untuk gelar Master.





Tonton juga 'Kena Tumor Otak, Begini Kondisi Terkini Anak Marcella Zalianty':

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)
News Feed