Senin, 29 Okt 2018 13:18 WIB

Bulan Madu Jadi Cerita Horor Gara-gara Larva Parasit

Firdaus Anwar - detikHealth
Larva lalat bot yang diangkat dari selangkangan pasien wanita. (Foto: Journal of Investigative Medicine High Impact Case Report) Larva lalat bot yang diangkat dari selangkangan pasien wanita. (Foto: Journal of Investigative Medicine High Impact Case Report)
Jakarta - Seorang wanita berusia 36 tahun dari Florida, Amerika Serikat, dilaporkan dalam jurnal Investigative Medicine High Impact Case Report punya pengalaman tidak biasa saat berlibur ke Belize untuk bulan madu.

Menurut laporan sang wanita awalnya tidak merasa ada yang aneh selama liburan sampai dua bulan kemudian ia menemukan ada benjolan seperti jerawat di selangkangan sebelah kiri. Benjolan tersebut terasa gatal namun tidak menyakitkan sehingga sang wanita diberi obat antibiotik oleh dokter yang curiga gejala muncul karena infeksi dari luka gigitan serangga.

"Pasien menyelesaikan obat antibiotiknya tapi hanya melihat perbaikan sekitar 50 persen pada eritema (radang kulit -red) yang mengelilingi lesi tanpa menyembuhkan benjolan," tulis dokter dalam jurnal.

Perbandingan antara benjolan dan larva yang diangkat.Perbandingan antara benjolan dan larva yang diangkat. Foto: Journal of Investigative Medicine High Impact Case Report




Akhirnya karena benjolan tampak semakin parah hingga keluar nanah sang wanita menemui dokter spesialis di rumah sakit. Di sana dr Enrico Camporesi yang menangani kasus mendeskripsikan kulit di sekitar benjolan tersebut terasa keras dan seperti ada kacang atau telur di dalam.

Setelah benjolan dibedah baru jelas penyebabnya. Tim dokter menemukan seekor ulat larva dengan bentuk meruncing dan tubuh dipenuhi kait duri. Patolog mengindentifikasi serangga ini sebagai lalat bot manusia (Dermatobia hominis).

Manusia bisa terinfeksi ketika digigit oleh seekor lalat atau nyamuk yang sudah terkontaminasi dengan telur lalat bot. Saat itu telur akan masuk ke bawah kulit dan menetas jadi larva berkat suhu tubuh yang tepat.

Ketika menetas larva akan memakan area di sekitarnya, membentuk kantung, dan meninggalkan sebuah lubang di permukaan kulit untuk bernapas. Operasi oleh dokter disarankan untuk mengangkat larva dari kulit karena sulit untuk dilakukan sendiri akibat banyaknya duri pengait.

"Ketika larva berhasil diangkat, lesi sudah sembuh dalam waktu seminggu setelah pasien datang untuk melakukan kontrol,"tulis dr Enrico dikutip dari jurnal pada Senin (29/10/2018).

Bisa bayangkan kalau kamu liburan bulan madu untuk kembali dengan parasit hidup di selangkangan?





Tonton juga 'Geli dan Merinding Lihat Koleksi Museum Parasit di Tokyo!':

[Gambas:Video 20detik]

(fds/up)