Selasa, 27 Nov 2018 17:39 WIB

Sedih, Ibu Ini Kehilangan Anak Semata Wayangnya Akibat Meningitis

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Sang ibu harus merelakan putra semata wayangnya akibat meningitis. Foto: thinkstock Sang ibu harus merelakan putra semata wayangnya akibat meningitis. Foto: thinkstock
Jakarta - Georgia Higginbottom (21) harus kehilangan buah hatinya yang baru berusia 6 minggu akibat penyakit meningitis. Patah hati, ia mengingatkan untuk semua orang tua agar lebih waspada kepada anak-anaknya.

Hal ini disebabkan Georgia yang tak tahu menahu bahwa anak semata wayangnya tersebut mengidap penyakit mematikan. Empat hari setelah Oscar Nally, sang anak, terdiagnosis meningitis, ia menghembuskan napas terakhirnya.

"Sangat, sangat penting. Aku tak menyadari seberapa seriusnya penyakit ini. Dia kasihan sekali dan, jika dia sembuh, yang akan dia bisa lakukan hanyalah bernapas, dan itu bukanlah hidup. Aku tak sadar penyakit ini benar-benar serius," ungkap Georgia, dikutip dari Fox News.

Saat sakit, Oscar tak menunjukkan gejala apapun. Bahkan ruam-ruam yang menjadi gejala utama meningitis pun tidak. Oscar lahir prematur, dua minggu lebih awal pada akhir September. Sebulan kemudian ia dibawa ke rumah sakit karena diduga alami infeksi.

Dokter memberinya obat antibiotik dan kondisinya semakin membaik, 48 jam kemudian dia diperbolehkan pulang dan terlihat 'normal'. Dua minggu kemudian, ia mendadak jatuh sakit lagi. Hasil pindaian menunjukkan tiap bagian otaknya menghitam.

Napasnya menjadi berbunyi ngik-ngik dan suhu tubuhnya naik hingga 39,6 derajat celcius. Akhirnya dokter mendiagnosis Oscar dengan Group B streptococcal meningitis (GBS) dan memvonisnya tak akan berumur panjang. Bahkan ia harus menggunakan life support agar tetap bisa bernapas.


Sangat terkejut, Georgia memutuskan untuk segera membaptis anaknya. Dalam dekapannya usai pembaptisan, mesin life support dimatikan sesuai dengan keputusan bersama antara dokter dengan keluarga. Oscar meninggal dunia hanya pada usia 46 hari.

Neneknya, Sharon Smith (45) bercerita bahwa paginya ia sempat bermain dengan cucunya tersebut, lalu ibunya memberinya makan di siang hari. Saat hendak menaruhnya kembali ke tempat tidurnya, ia mendadak terbangun dan menangis.

"Tangisannya nyaring. Sangat mengerikan. Saat kamu melihatnya, kamu tak akan berpikir ada yang salah dengannya. Kami mengira ia kebanyakan minum atau yang lainnya," tutur Sharon.

Meningitis merupakan penyakit infeksi yang kerap menyerang bayi baru lahir. Biasanya disebabkan oleh bakteri, dan cukup sulit untuk didiagnosis dan diidentifikasi. Menurut situs MayoClinic, gejala yang bisa tampak pada bayi baru lahir adalah demam tinggi, menangis terus menerus, tidur atau terganggu yang cukup lama, tidak terlalu aktif, sulit makan, bengkak di atas kepala bayi, dan kekakuan di bagian leher bayi.

Oscar telah dimakamkan pada 13 November lalu. Sharon mengatakan bahwa ia dan keluarganya masih merasa kosong dan mati rasa, bagaikan sebagian dari hatinya telah hilang.

"Dia membawa banyak cinta ke dalam rumah kami dan kini dia telah diambil. Jika kamu merasa ada yang salah dengan anakmu, segera periksakan. Walau hal kecil sekalipun, ataupun insting seorang ibu," pungkasnya.

(frp/up)
News Feed