Jumat, 30 Nov 2018 18:15 WIB

Tragis! Ingin Kurus, Calon Pengantin Ini Meninggal Usai Operasi Lambung

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Gara-gara ingin langsing, calon pengantin malah meninggal karena operasi (Foto: ilustrasi/thinkstock) Gara-gara ingin langsing, calon pengantin malah meninggal karena operasi (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -
Perihal 'body shaming' kini bukanlah gurauan semata. Seorang wanita harus menghembuskan napas terakhir usai menjalani operasi pangkas lambung, yang ia jalani akibat sering di-bully karena bertubuh gemuk.

Jana Moreels (25) hanya ingin terlihat lebih kurus saat hari pernikahannya nanti. Sebelumnya, ia sering diejek karena bentuk tubuhnya hingga membuat dirinya tak nyaman dengan tubuhnya sendiri. Puncaknya, ia diusir paksa dari wahana taman bermain karena sabuk pengamannya tak cukup untuk tubuhnya.

Merasa terhina, ia memutuskan untuk menjalani operasi lambung. Operasi ini menggunakan metode gastric bypass yang akan memangkas hampir sebagian besar lambung, kira-kira hanya menyisakan sedikit yang lalu disambung dengan usus bagaikan 'jalan tol'.

Operasi lambung ini akan membantunya mengurangi nafsu makannya secara drastis sehingga berdampak pada berat tubuhnya. Harapannya ia sudah bisa menguruskan badannya sebelum hari ia mencoba gaun pernikahannya.
Dua minggu sepulangnya dari operasi, Jana merasakan nyeri hebat di punggung. Orang tuanya menceritakan saat itu adalah malam perayaan ulang tahunnya dan Jana mengeluh punggungnya sakit. Ketika itu mereka hanya mengira Jana terlalu mabuk, sehingga menyarankan untuk meminum paracetamol.

Rasa nyeri tersebut tak hilang dan akhirnya ia dilarikan di rumah sakit. Serangkaian tes mengungkapkan bahwa wanita asal Belgia ini terkena embolisme paru dan infark pernapasan, di mana sebagian jaringan paru mati karena gangguan vaskular. Usaha dokter untuk menyembuhkannya tak membuahkan hasil. Jana malah jatuh koma karena gagal hati, bahkan tubuhnya juga menolak transplantasi hati.

"Empat hari setelahnya dokter menyadari adanya kebocoran di tempelan bekas operasi lambungnya yang akhirnya menginflamasi rongga perutnya. Jana menjalani operasi besar. Pada 23 November ia mendapatkan tranplantasi hati keduanya. Karena tubuhnya sangat lemah ia tak bisa melewati operasi tersebut. Pada pukul dua pagi kami ngebut ke rumah sakit, namun tak sempat mengucapkan selamat tinggal," ungkap sang ibu, Christelle, dikutip dari Mirror.

Operasi lambung memang sebenarnya ditujukan sebagai solusi bagi orang-orang yang mengalami obesitas ekstrem, bukan solusi menurunkan berat badan. Oleh karena itu, ayah Jana, Laurent, merasa perlu membagikan kisah Jana kepada dunia untuk memperingatkan semua orang untuk berhati-hati sebelum menjalani operasi kosmetik yang bukan kebutuhan medis.

"Tak perlu cari-cari siapa yang salah, kita tak akan pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan Jana tidak akan kembali lagi. Namun kami ingin semuanya untuk berpikir dua kali, atau bahkan tiga kali sebelum mereka memutuskan untuk operasi. Terima dirimu apa adanya dan jangan biarkan orang sekitar mempengaruhimu," tandasnya.
(frp/up)
News Feed