Kamis, 14 Feb 2019 16:27 WIB

Alami Kelainan Tulang Punggung, Bayi Ini Dioperasi di Dalam Rahim

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi hamil. Foto: Istock Ilustrasi hamil. Foto: Istock
Jakarta - Seorang wanita di Inggris mengklaim bahwa ia telah menjalani operasi 'fetal repair' setelah mendapati bayinya terdiagnosis spina bifida, sebuah cacat lahir yang mempengaruhi tulang punggung. Pengalamannya ini ia bagikan dalam laman Facebooknya.

Dikutip dari BBC, dokter memberi Bethan Simpson (26) tiga pilihan: melanjutkan kehamilan, menghentikan kehamilan atau pilihan baru yang disebut bedah fetus, yakni mengoperasinya sebelum ia lahir. Ia memilih yang ketiga, menjadikannya satu empat wanita di Inggris yang memilihnya.

Situs Mayo Clinic menyebutkan bahwa spina bifida terjadi saat tulang punggung dan saraf tulang punggung tidak terbentuk secara benar dan nantinya akan berdampak pada otak bayi serta saraf tulang punggung dan jaringan yang melingkupinya.


Dalam prosesnya, sang dokter membuka rahim Bethan untuk menampakkan bagian bokong sang bayi, Eloise, kemudian mereka 'menjahit' celah kecil antara tulang punggung bagian bawahnya dan juga mengatur ulang posisi sarafnya. Operasi yang berlangsung selama empat jam tersebut berakhir sukses.

"Operasinya sukses. Lesinya kecil dan kamu takkan percaya hebatnya dia saat menjalani operasi. Aku merasa lemah dan nyeri asal yang penting dia baik-baik saja," tulis Bethan di Facebook-nya, yang saat itu sedang hamil 24 minggu.

Dominic Thompson, ahli bedah syaraf yang memimpin operasi tersebut menjelaskan bahwa prosedur tersebut bukanlah untuk menyembuhkan, namun dengan melihat percobaan sebelumnya telah mengindikasikan bahwa dengan operasi lebih awal bisa lebih baik.

"Bedah fetus untuk spina bifida sangat mengurangi kebutuhan untuk mengalihkan cairan dari otak, meningkatkan mobilitas serta kesempatan sang anak akan dapat belajar jalan dengan sendirinya," demikian menurut RS Anak Philadelphia.

Bethan menjuluki anaknya yang akan lahir bulan April nanti adalah anak yang sangat spesial. Baginya, ia adalah bagian dari sejarah dan sang bayi telah menunjukkan bahwa ia berhak atas hidupnya ini.

(frp/up)
News Feed