Jumat, 08 Mar 2019 07:27 WIB

Kisah Tragis Korek-korek Kuping: Cotton Bud Lepas, Infeksi, Kejang-kejang

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Dokter memberikan bius total untuk mengeluarkan cotton bud yang bersarang di telinga (Ilustrasi: thinkstock) Dokter memberikan bius total untuk mengeluarkan cotton bud yang bersarang di telinga (Ilustrasi: thinkstock)
Jakarta - Anjuran dokter untuk tidak sebarangan korek-korek kuping bukan tanpa alasan. Dalam beberapa kasus, kebiasaan ini bisa berdampak sangat serius.

Seorang pria di Inggris ini misalnya, harus dilarikan ke rumah sakit karena muntah dan kejang-kejang. Ia juga dilaporkan kehilangan fungsi pendengaran, dampak dari potongan cotton bud yang lepas saat korek-korek kuping lalu bersarang di telinganya.

Bukan itu saja, sebagian fungsi otaknya terganggu. Beberapa hari sebelum diangkut ambulans ke rumah sakit, ia kesulitan mengingat nama-nama orang yang dikenalnya.

Tim dokter di University Hospitals Coventry mengatakan, potongan cotton bud yang bersarang di telinga telah memicu infeksi parah hingga ke dalam isi kepala. Tidak diketahui pasti berapa lama cotton bud tersebut bersarang di telinga, tetapi dilaporkan pasien mulai terganggu pendengarannya sejak 5 tahun sebelumnya.



Setelah memberikan antibiotik untuk mengatasi meningitis otak, dokter memeriksa saluran telinga pasien. Di situlah, dokter menemukan radang di rongga telinga dan serpihan cotton bud.

Pasien didiagnosis mengalami infeksi yang disebut necrotising otitis externa. Setelah menjalani perawatan selama 10 pekan, pasien bisa pulih seperti sedia kala.

"Terpenting, dia tidak lagi menggunakan cotton bud untuk korek-korek kuping," tulis tim dokter yang melaporkan kasus ini di BMJ Case Reports, dikutip dari Dailymail.




Saksikan juga video 'Jangan Pakai Cotton Bud, Ini Cara Atasi Telinga Tersumbat':

[Gambas:Video 20detik]

(up/wdw)