Senin, 11 Mar 2019 15:35 WIB

Sakit 'Radang Tenggorokan' Bikin Pria Ini Kehilangan Tangan dan Kaki

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Disangka radang tenggorokan ternyata kondisinya jauh lebih serius (Foto: thinkstock) Disangka radang tenggorokan ternyata kondisinya jauh lebih serius (Foto: thinkstock)
Jakarta - Sepulangnya berlibur dari Filipina, Jason Miller (48) yang bekerja sebagai pelaut mengira ia mengidap radang tenggorokan. Tak disangka, berikutnya ia harus menghabiskan 100 hari di rumah sakit dan kaki serta kedua tangannya harus diamputasi.

Pria yang biasa disapa Buddy ini mengaku saat mengalami radang tenggorokan, ia menunda memeriksakannya di esok hari untuk melihat apakah bisa hilang dengan sendirinya. Keesokan harinya tubuhnya terasa semakin parah dan segera dibawa ke UGD.

Buddy mengalami syok sepsis dan gagal organ. Ia diberitahu hanya bisa hidup selama satu jam ke depan. Dr Michael Mina, spesialis penyakit menular mengatakan tak ada yang mengira Buddy bisa selamat saat itu.



"Ia mengalami syok sepsis hingga tingkat yang mungkin nyaris kebanyakan dokter tak pernah melihat sebelumnya. Awalnya kami mengira ia digigit serangga di luar negeri. Segala macam antibiotik sudah kami berikan. Namun ternyata hanya infeksi streptococcus dan aerococcus biasa," katanya dikutip dari Fox News.

Dalam stadium awal, infeksi ini bisa saja diatasi dengan dosis kecil penicillin. Infeksi ini bisa mematikan sirkulasi dalam tubuhmu, sehingga membuat tubuh tak mendapatkan asupan darah ke jaringan-jaringan dan membuatnya mati, seperti yang dialami Buddy.

Tujuh hari setelah koma, tangan dan kakinya bengkak dan berwarna hitam. Dokter menyarankan dengan amat sangat berat untuk mengamputasinya, agar semua organ vital seperti otak, jantung dan paru-paru tetap bisa selamat.

Ia mengatakan bahwa ia lebih gembira kehilangan tangan dan kedua kakinya ketimbang tak bisa kembali berbicara dengan orang-orang yang ia sayangi. Dokter merencanakan akan memberinya kaki prostesis usai menjalani rehabilitasi.

(frp/up)
News Feed