Senin, 01 Apr 2019 16:12 WIB

Main HP Lebih dari 12 Jam Sehari, Mata Ardi Terserang 'Iritasi Gadget'

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Mata Ardi yang memerah akibat terlalu lama menggunakan gadget. Foto: dok. Pribadi Muhammad Sukardi Mata Ardi yang memerah akibat terlalu lama menggunakan gadget. Foto: dok. Pribadi Muhammad Sukardi
Jakarta - Gadget bukan lagi hal asing dalam kehidupan sehari-hari di era modern ini. Terutama dalam keseharian Muhammad Sukardi (25), di mana ia menghabiskan nyaris 12 jam di hadapan gadget, hingga membuatnya terserang apa yang ia sebut sebagai 'iritasi gadget'.

"Aku aja liat rekap penggunaan ponsel aku sad. Dalam sehari aku liat henpon 8,5 jam! Kan serem banget. Laptop juga, aku sekarang kan nulis berita di laptop. Ya kurang lebih 4 jam kali ya per hari. Intens ya itu. (Kalau) TV kayaknya nggak sama sekali, just HP dan laptop," terang pria yang akrab disapa Ardi, saat berbincang dengan detikHealth, Senin (1/4/2019).

Rata-rata waktu Ardi menggunakan ponsel.Rata-rata waktu Ardi menggunakan ponsel. Foto: dok. Pribadi Muhammad Sukardi

Dalam pekerjaannya sebagai seorang jurnalis di salah satu media online besar di Jakarta, Ardi tak mungkin tak bercengkerama dengan gadget. 'Iritasi gadget' ia alami di mata kirinya, yang awalnya ditandai dengan titik merah di dekat iris matanya.

Awalnya tidak terasa perih atau pun gatal, namun warna merah di matanya semakin hari semakin mencolok. Sebelumnya ia pernah mengalami gejala yang sama pada tahun 2017, oleh karena itu ia tahu akan kembali terserang kondisi tersebut.


Ia memutuskan untuk tidak mengobatinya dan yakin akan bisa lebih cepat sembuh. Ardi beraktivitas seperti biasa, termasuk berenang tanpa memakai kacamata. Saat akhirnya ia merasakan perih saat berkedip, berair dan agak sedikit berkabut.

"Matanya udah merah banget. Terus kayak perih kalo ngedip itu perih, nggak ganjel kayak sakit mata biasa, nggak ada belek, tapi beberapa kali ada kayak ada kabut gitu sih. Anehnya nggak ada rasa gatel," imbuh Ardi.

Berkaca pada pengalaman terdahulu, Ardi segera mengobati mata kirinya karena sangat mengganggu aktivitasnya. Tak lagi menggunakan obat tetes mata biasa, ia mencoba menggunakan obat tetes mata lain untuk mengatasi infeksi pada mata.

Merah di mata Ardi memudar, namun rasa perih tetap sama dan malah terasa mengganjal. Karena melihat cahaya terang atau sesuatu berwarna terang juga membuat matanya sakit seakan ditusuk, Ardi kini juga harus mengenakan kacamata hitam bahkan di dalam ruangan sekalipun.


"Aku jadi diet mobile banget. Karena emang matanya harus diistirahatin. Dan kalau udah capek, ya matanya perih lagi, berair banget. Kayak sign gitu 'Yuk udahan yuk' Nah ini udah mulai reda perihnya, tapi kesan kabut masih suka hadir. Huhuhu," kata Ardi.

Kini ia berencana untuk memeriksakan kondisinya ke dokter, agar mendapat diagnosis dan pengobatan yang tepat. Ia pun mengimbau kepada rekan-rekan sejawat, khususnya yang bekerja sebagai jurnalis untuk mulai sadar batasan.

'Iritasi gadget' yang dialami Ardi pada 2017 lalu.'Iritasi gadget' yang dialami Ardi pada 2017 lalu. Foto: dok. Pribadi Muhammad Sukardi

Misalnya ketika mata terasa lelah, kepala terasa pening, atau mata berkunang-kunang, ia menyarankan untuk segera beristirahat. Beralih melihat suasana alam yang rindang dan hijau juga bisa jadi salah satu alternatif 'menyegarkan' mata/.

"Karena kan kerjaan kita emang ngelihat henpon sama laptop terus. Mau nggak mau kayak akan terpapar, emang disiasatinnya dengan diistirahatin gitu, misalnya sejam nggak pegang henpon."

"Intinya itu sih, jangan kelamaan di depan gadget. Ketika tubuh lo udah ngasih tanda, didengerin. Karena kan kayak itu tuh sebuah tanda yang sangat jujur dari tubuh lo sendiri, nggak diada-adaian. Kalau mata lo kayak udah yang perih banget, nah itu harus diistirahatin," tandasnya.



(frp/up)
News Feed