Rabu, 10 Apr 2019 13:23 WIB

Voxpop: Pahitnya Bully

Bully Itu Ada dan Bikin Trauma! Ini Pengakuan Mereka yang Mengalaminya

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Cerita mereka yang pernah kena bully hingga trauma. Foto: iStock Cerita mereka yang pernah kena bully hingga trauma. Foto: iStock
Jakarta - Bully itu benar-benar ada dan bisa memberikan dampak yang luar biasa bagi psikologis seseorang. Pengeroyokan terhadap seorang siswi SMP di Pontianak, oleh siswi SMA hingga muncul tagar #JusticeForAudrey adalah contoh luar biasa dari betapa menyeramkannya bully bagi seseorang.

Pengalaman kelam terhadap perundungan atau bully bisa membuat orang trauma. Sejumlah orang memberanikan diri untuk membagikan kisahnya kepada detikHealth. Orang pertama itu adalah Fransisca Evelyne (22), salah seorang teman yang saya ketahui sosoknya sebagai orang yang ceria dan penuh kasih terhadap semua orang terdekatnya. Sampai suatu ketika ia bercerita pengalamannya itu.

Pengalamannya boleh jadi sudah lama, tapi efeknya berdampak sampai sekarang. Ia pernah ditinju tepat di perutnya saat duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK), ia juga pernah hampir dipukuli oleh teman-temannya saat kelas 2 Sekolah Dasar.

"Nggak tau sih bercanda atau nggak, nggak inget juga. Gue jadi lupa gegara gue berusaha ngelupain semua memori buruk gue pas TK-SD," katanya.

Pernah juga ia ditusuk oleh pensil hingga berdarah saat SD juga. Ia pun masih mengenal sosok yang melakukan hal tersebut padanya.

"Nggak usah disebut ini mengharukan, menyedihkan. Kayaknya dia juga lupa (dengan kejadian tersebut --red)," ujarnya.


Nggak usah disebut ini mengharukan, menyedihkan. Kayaknya dia juga lupa (dengan kejadian tersebut --red),Francisca Evelyne
Kisah lainnya datang dari Dawiyah Renata, lain halnya dengan Evelyne, dia mengalami pengalaman traumatis justru dari sosok guru di sekolahnya ketika Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Saat itu, ia mengalami masa-masa kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga mencari cara untuk membuat mereka peduli padanya. Ia pun melakukan kenakalan remaja seperti bertengkar dengan teman-teman seangkatannya atau adik kelasnya.

Sampai akhirnya ibu Dawiyah curhat kepada wali kelasnya perihal perilaku Dawiyah. Namun yang membuat masalah ini berdampak lebih panjang, guru ini malah menegur ia dengan keras di hadapan teman-temannya sekelas dan menyindirnya.

"Pokoknya waktu itu dia bilang, 'kalian itu harus berbakti sama orang tua jangan sampai seperti temen kita ini dia bantah terus orang tuanya, nggak ada bakti-baktinya sama orang tua, sudah seperti orang durhaka. Dia bertingkah disekolahan juga nggak bener'. Dia nyebut nama gue," tuturnya seraya menangis.

"Tapi gapapa, emang gue yang salah mungkin waktu itu. Tapi jujur, karena itu gue jadi nggak percaya diri sampai sekarang. Apa-apa takut," ungkapnya.


Selain itu, ada kisah dari Tamara Avia yang dibully karena dahulu punya sepatu yang bolong waktu duduk di kelas 5 SD. Karena ia tidak bisa membeli sepatu baru, maka setiap harinya ia memakai sepatu itu ke sekolah. Salah seorang teman di kelasnya yang lebih beruntung kehidupannya pun mengejek sepatu Tamara dan mengajak temannya yang lain untuk membully Tamara.

"Kaki gue sampai diinjek-injek waktu itu sama si A (maksudnya mau injek sepatu bolong gue wkwk) temen-temennya cuma ketawa aja sih, ada kali sebulan kayak gitu. Terus karena gue merasa itu toxic ya, gue nggak temenan aja lagi, selesai," aku Tamara.

"Gue sih nggak sampe trauma ya, tapi jadi benci aja sama orang itu dan nunjukin pakai prestasi aja. Tiap ngeliat mukanya mau nabok aja, tapi cepet maafinnya juga sih."

Beruntung Tamara anaknya pintar, detikers. Ia membalas pengalaman pahit ini dengan selalu masuk peringkat lima besar dan menunjukan bahwa temannya juga membutuhkannya kok, apalagi kalau lagi kerja kelompok, hehe.


Akhir kata, bully itu bisa terjadi kapan saja dan oleh siapa saja.

Coba evaluasi lagi, apakah kamu pernah menjadi pelaku dari bully atau masih memberikan pembiaran pada perilaku tersebut? Kamu bisa melakukan perubahan, mulai suarakan dan tanamkan cinta kasih pada lingkungan sekitarmu. Just say no to bully, please.


Video: #JusticeforAudrey! KPAI Imbau Polisi Usut Tuntas

[Gambas:Video 20detik]

(ask/up)
News Feed