Senin, 29 Apr 2019 13:55 WIB

True Story

Jantungnya 'Menyusut', Bayi Ini Nyaris Tewas Karena Salah Diagnosis

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi bayi sakit. Foto: Thinkstock Ilustrasi bayi sakit. Foto: Thinkstock
Jakarta - Seorang bayi laki-laki berusia delapan bulan nyaris kehilangan nyawanya akibat salah diagnosis dokter. Sebelumnya, Luka, si bayi, mengalami demam tinggi selama 10 hari. Saat dibawa ke dokter, ia didiagnosis terkena infeksi dada (atau infeksi paru).

Leon Lima (34) dan istrinya Fiona (38) asal Skotlandia terkejut saat mendadak tubuh buah hati mereka membiru. Akhirnya Luka harus dibuat koma dan beberapa hari kemudian, dokter menyebut bahwa ia memiliki kondisi jantung langka yang disebut dilated cardiomyopathy (DCM).

Penyakit ini membuat otot jantung menipis dan meregang sehingga tak sanggup untuk memompa darah ke seluruh tubuh secara efisien. Situs Cardiomyopathy UK menyebutkan bahwa penyakit ini genetik, yang artinya disebabkan oleh mutasi pada DNA orang tersebut dan mempengaruhi bagaimana jantung berkembang dan bekerja.

"Saat kami sampai di rumah sakit mereka bilang bahwa bilik jantung kirinya bagaikan balon menyusut. Saat kamu diberitahu ia mengalami gagal jantung, aku pikir (penyakit itu) hanya bisa terjadi pada orang tua, aku tak pernah membayangkan akan terjadi pada anak-anak juga," kata Leon, dikutip dari The Sun.


Luka akan dioperasi dengan memasukkan obat dan cairan dari pembuluh yang ada di kepalanya. Operasi selama lima jam tersebut sukses dilakukan, namun karena tidak ada riwayat yang cukup baik sebelumnya, maka Leon dan Fiona bersiap-siap akan hal yang terburuk.

Hingga kini Luka berusia 4 tahun, ia masih dapat beraktivitas seperti biasa namun orang tuanya tetap selalu berjaga-jaga. Disebabkan penyakit ini tak dapat diprediksi, oleh karena itu mereka selalu memantau konsumsi obatnya.

DCM menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan terjadinya banyak transplantasi jantung pada anak-anak. Leon dan istrinya sangat berharap Luka akan terus pulih dan hidup sehat, sehingga nantinya ia tak memerlukan penanganan medis tersebut.

"Kekhawatiran kami adalah ia akan terkena infeksi. Aku ingat pernah pergi ke London dan ingin menutupinya, sehingga kami semua mengenakan masker wajah. Kami juga optimis dengan kemajuan medis, kondisi jantung ini dapat diatasi lebih efektif, sehingga anak kami dapat hidup normal," pungkas Leon.




Simak Juga 'Kisah Pria yang Hampir Tewas 9 Kali karena Idap Kondisi Langka':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)