Senin, 06 Mei 2019 16:08 WIB

Kisah Ibu Muda yang Terdiagnosis Kanker Payudara Saat Hamil

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi hamil. Foto: iStock Ilustrasi hamil. Foto: iStock
Jakarta - Jordana Beck (32) baru saja bersuka cita menyambut kehamilan anak keduanya. Namun rasa senang itu tak bertahan lama setelah dokter justru mendiagnosisnya dengan kanker payudara stadium 2 saat usia kehamilannya 11 minggu.

Dua tumor kanker dengan tipe triple negative, yang paling agresif dari semua tipe kanker payudara ditemukan di payudaranya. Padahal semasa hidupnya Jordana merupakan ibu muda yang sangat sehat, rutin berolahraga, makan teratur dan sehat, dan sangat proaktif jika ada sesuatu yang salah pada tubuhnya.

Pada usia kehamilan 13 minggu, Jordana menjalani mastektomi tunggal. Dokter meyakinkan prosedur tersebut aman bagi janin laki-lakinya. Operasinya pun sukses dan sang bayi masih terdengar detak jantungnya. Jordana merasa amat sangat lega.


"Kami menjulukinya sebagai pejuang kecil kami. Dia telah melewati operasi besar dan kini delapan ronde kemoterapi bahkan sebelum ia menghirup udara di dunia," tutur Jordana kepada TODAY, saat itu kandungannya telah mencapai delapan bulan pada April 2019.

Beberapa pelaksanaan kemoterapi pada ibu hamil diyakinkan oleh Marleen Meyers, MD, seorang onkolog di NYU Langone Health, cukup aman untuk bayi. Ia pernah menangani seorang ibu hamil yang botak karena proses kemo, namun sang bayi lahir dengan rambut lebat.

Ada sejumlah operasi yang tak aman dilakukan bagi ibu hamil pasien kanker. Mastektomi menjadi salah satunya. Namun Marleen mencatat, baik operasi dan kemo aman jika ibu berada di trimester kedua.

"Untungnya, kanker itu sendiri tidak berdampak pada bayi, dan banyak wanita dapat diobati selama hamil. Walau mereka mungkin tidak bisa mendapatkan beberapa penanganan yang ditujukan bagi tipe yang lebih agresif," tandas Meyers, dikutip dari Health.


Kisah Ibu Muda yang Terdiagnosis Kanker Payudara Saat Hamil
(frp/up)
News Feed