Rabu, 22 Mei 2019 14:53 WIB

Digigit Nyamuk, Bocah Ini Mendadak Tak Mengenali Orang Tuanya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi gigitan nyamuk. Foto: BBC Magazine Ilustrasi gigitan nyamuk. Foto: BBC Magazine
Jakarta - Holly Zehner (33) mendadak khawatir saat buah hatinya Lauren (7) demam tinggi hingga 40 derajat. Saat memeriksakan ke dokter gawat darurat, mereka mendiagnosisnya dengan infeksi saluran kencing (ISK) dan diperbolehkan pulang.

Namun kejadian aneh terjadi setelah itu. Saat Holly baru saja kembali dari apotek untuk membeli obat, sang suami, Jonathan, tampak ketakutan dan menyebut ada yang salah dengan kondisi anak perempuan mereka.

"Saat aku masuk ke dalam rumah, ia tak mengenaliku. Dia tampak bingung, dan mulai marah-marah. Ia meminta air dan saat aku membawakannya ia malah melempar gelasnya. Kami menelepon ambulans dan ia dibawa kembali ke IGD yang sama sebelumnya. Mereka tak percaya bahwa ia adalah bocah yang sama," katanya, dikutip dari Daily Mail.

Sikap Lauren sungguh berubah drastis hingga para petugas medis harus membiusnya hanya untuk mengambil darahnya karena ia memberontak. Padahal, menurut Holly, anak perempuannya biasanya bersikap sangat manis.

Pindaian otak menunjukkan adanya pembengkakan, dan dua hari kemudian ia mengalami kejang-kejang yang mengerikan. Holly mendeskripsikannya dengan mata yang berputar dan tekanan darahnya melonjak tinggi.


Lauren terdiagnosis kondisi langka yang disebut La Crosse encephalitis, sebuah penyakit menular yang disebarkan oleh nyamuk. Rupanya beberapa hari sebelumnya bocah ini sempat digigit nyamuk, yang ternyata membawa virus tersebut.

"Jujur kami bahkan tidak ingat kapan dia digigit (nyamuk). Periode inkubasi bagi virus ini hingga dua minggu makanya mungkin bisa terjadi kapan saja. Pada beberapa anak bisa muncul seperti flu biasa, namun lainnya seperti Lauren ini bisa sangat serius dan membahayakan nyawa," lanjut Holly.

Dokter saraf yang menangani Lauren mengatakan ada kemungkinan ia akan mengalami ketertinggalan kognitif. Enam hari kemudian, ia akhirnya diperbolehkan keluar dari rumah sakit.

Holly mengaku ia tak memedulikan hal tersebut, ia sudah sangat bersyukur bahwa anaknya masih tetap hidup. Di rumah, ia dan suaminya masih merasa ketakutan Lauren akan tiba-tiba mengalami kejang di tengah malam tanpa mereka ketahui.

Lauren juga membawa efek samping dari obat antikejangnya, seperti marah-marah tanpa terkendali. Ia sangat berharap Dinas Kesehatan di areanya dapat menangani kasus ini secara serius, termasuk dalam penanganan penyebaran nyamuk.

"Sebuah gigitan nyamuk bisa berdampak besar pada anak-anak. Aku merasa Lauren 99,9 persen kembali seperti dia dulu, namun kami sungguh beruntung," pungkasnya.



(frp/up)