Kamis, 20 Jun 2019 11:06 WIB

Dicakar Kucing 9 Tahun Lalu, Wanita Ini Alami Infeksi Menyeramkan

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi cakaran kucing bisa menyebabkan infeksi. Foto: iStock Ilustrasi cakaran kucing bisa menyebabkan infeksi. Foto: iStock
Jakarta - Dicakar hewan merupakan hal yang biasa diterima oleh dokter hewan. Namun cakaran kucing yang pernah diterimanya pada akhir tahun 2010 lalu sangat membuatnya khawatir.

Pasalnya, Victoria Altoft, dokter hewan dari Wellington, New Zealand mengalami nyeri otot dan kelelahan ekstrem yang dikiranya adalah tanda terserang flu. Namun tidak lama kemudian penglihatannya menjadi kabur. Kondisi itu membuatnya panik.

"Saya mengalami sakit otot, gemetar, keringat saat malam, dan suhu tubuh tinggi. Saya akhirnya mengambil cuti kerja sekitar dua minggu, tetapi saya benar-benar kelelahan. Saya tidak bisa bangun dari tempat tidur," ceritanya dikutip dari Daily Mail.

Wanita berusia 41 tahun itu pun segera melakukan pemeriksaan dan dikhawatirkan gejela yang dialaminya merupakan gejala tumor otak atau tanda awal multiple sclerosis (MS).



Victoria pun menjalani pemindaian MRI dan pungsi lumbar (lumbar puncture) untuk menguji cairan tulang belakangnya. Setelah hasilnya keluar, dokter menemukan bahwa ia terinfeksi bakteri Bartonella yang didapat dari garukan kucing yang memiliki kutu.

"Yang saya tahu adalah saya tergores pada musim gugur 2010 dan saya mengalami kelelahan bertahun-tahun kemudian," kata Victoria.

"Saya hanya pernah mendengar reaksi ringan terhadap Bartonella sebelumnya, di mana itu hanya mempengaruhi area lokal hingga awal. Dalam kasusku, reaksinya bersifat sistemik, artinya itu memengaruhi seluruh tubuhku, jadi tidak pernah terpikir olehku bahwa yang harus disalahkan adalah cakaran kucing," lanjutnya.

Dikutip dari Columbia University Irving Medical Center, bakteri Bartonella menyebabkan penyakit menular dari kucing ke manusia. Setidaknya ada sekitar 15 spesies hewan berbeda yang ditunggangi bakteri ini.

Bakteri ini biasanya ditularkan oleh kutu, tapi juga bisa menyebar melalui gigitan atau cakaran hewan. Orang sehat yang terinfeksi bakteri ini bisa mengalami demam, gangguan mata, infeksi pada hati, limpa, atau tulang. Juga bisa mengembangkan kerusakan otak atau radang sumsum tulang belakang.

(wdw/up)
News Feed