Selasa, 30 Jul 2019 11:15 WIB

Dokter Sebut Flu Hingga Hamil, Tak Tahunya Wanita Ini Idap Tumor Otak

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi sakit kepala. Foto: iStock Ilustrasi sakit kepala. Foto: iStock
Jakarta - Dalam kurun waktu hanya empat bulan, Deeanna Carrera (26) dari Pomona, California kehilangan 13 kilogram berat badannya. Bukan karena diet, namun karena hal yang tidak diketahui yang akhirnya membawanya mengidap tumor otak.

Selain penurunan berat badan yang drastis, Carrera juga mengalami gejala-gejala seperti flu. Awalnya pada bulan Oktober 2017, ia mengalami telinga berdenging dan bersin tanpa henti. Dokter pun menyebut bahwa ia mengalami flu dan harus beristirahat.

Namun kondisinya tak kunjung membaik. Mata kedutan, sakit kepala, serta penurunan berat badan pun mulai menyerang. Hingga Januari 2018, ia mengalami sakit kepala luar biasa yang sangat menyiksa selama empat hari.

Bukan hanya itu, ia juga selalu merasa kebingungan dan berbicara melantur. Tak lama, penglihatan Carrera mulai kabur hingga tak bisa melihat disertai mual yang cukup parah. Carrera pun ke rumah sakit, dokter mengatakan kondisinya bukan flu, melainkan ia hamil.

"Aku marah dan kesal karena aku tahu aku tidak hamil," katanya dikutip dari Daily Mail.

Setelah diperiksa, Carrera pun tidak hamil. Namun dokter lagi-lagi menganggapnya hanya terserang flu padahal Carrera merasakan sakit yang luar biasa hingga tidak bisa bergerak.

"Aku takut karena aku tidak tahu harus berbuat apa dan rasa sakit ini semakin parah. Aku tahu ada yang salah dengan diriku, tetapi aku tidak menyerah," ungkap Carrera.



Pada 5 Februari 2018, dokternya pun mengirimkan hasil CT scan yang menunujukkan bahwa ia mengidap tumor otak. Carrera pun segera dilarikan ke rumah sakit lain untuk operasi tumor otak yang tumbuh di saraf pendengaran dan keseimbangannya.

"Beberapa saat kemudian, dokter kembali dan meminta maaf kepadaku dan aku dilarikan ke rumah sakit lain di mana mereka menangani tumor otakku," tutur Carrera.

Dokter yang menangani tumor otaknya pun mengatakan bahwa semua kondisi yang dialaminya merupakan gejala dari tumor otak yang dimilikinya. Carrera pun lega mengetahuinya karena ia merasa tidak gila selama ini.

Tumor otaknya diangkat pada 12 Februari 2018 dan dirawat di rumah sakit selama sebulan. Setelah operasi, sisi kanan wajahnya lumpuh dan ia harus menjalani elektroterapi untuk menstimulasi otot-otot saraf wajahnya.

Carrera pun harus belajar berbicara, makan, berjalan, dan aktivitas lainnya lagi.

"Jangan anggap remeh hidupmu karena apapun bisa terjadi pada siapapun dan kapan saja. Jalani hidup dan jangan pernah biarkan siapapun membuatmu merasa buruk karena melakukan yang terbaik untuk diri sendiri atau apa yang membuatmu bahagia," tandasnya.



Simak Video "Kopi Bisa Sembuhkan Flu, Hoax atau Fakta Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)