Kamis, 03 Okt 2019 15:07 WIB

Disebut Alergi Kacang, Gadis Ini Hampir Meninggal Karena Infeksi Langka

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi ruam di kulit. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi ruam di kulit. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Seorang gadis cilik di Colorado, Amerika Serikat hampir saja kehilangan nyawanya karena mengalami infeksi yang tak terdiagnosis. Gabriella Bondi (8) awalnya justru hanya didiagnosis alergi kacang.

Ini berawal pada Agustus tahun lalu, Gabriella mengalami kulit kering yang cukup parah. Kemudian ruam merah muncul dan rambutnya pun banyak yang rontok. Ia dilarikan ke rumah sakit dan dokter menyebutnya alergi makanan.

Kemudian Gabriella diperbolehkan pulang dengan harapan ia akan membaik. Sayangnya ketika menjelang malam, wajahnya semakin buruk. Hanya dalam hitungan jam seluruh tubuhnya dipenuhi ruam merah yang membuatnya merasa sakit.

"Ketiaknya tampak seperti hampir terbakar matahari," ungkap sang ibu, Christine Bondi-Cerrato (35) dikutip dari Mirror.

"Kami berusaha membuatnya nyaman sepanjang malam, tetapi pada sore berikutnya, jelas bahwa ruam, pembengkakan, dan lesi semakin parah dan tidak lebih baik," lanjutnya.



Lagi-lagi Gabriella dibawa ke rumah sakit, kini dengan diagnosis Scarlet Fever, demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Gabriella pun dipulangkan dengan diberi obat.

24 jam kemudian, Gabby, sapaannya berteriak kesakitan sembari mencakar-cakar kulitnya. Ia pun segera dilarikan ke rumah sakit. Berdasarkan sejarah gejala yang dialaminya, dokter mendiagnosis Gabby dengan toxic shock syndrome (TSS), kondisi langka namun mengancam jiwa yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan melepaskan racun berbahaya.

"Kami akhirnya menemukan bahwa toxic shock syndrome Gabby disebabkan oleh infeksi impetigo-nya, yang sangat ringan dan kami bahkan tidak pernah berpikir sedetik pun itu bisa berubah menjadi sesuatu yang mengancam jiwa atau menghancurkan," kenang Christine.

Gabby pun diberikan beberapa macam antibiotik untuk menyelamatkan nyawanya. Sudah setahun lamanya, kondisi Gabby pulih meskipun ia harus banyak kehilangan rambutnya dan memiliki bekas luka di seluruh tubuhnya.

"Dia masih berjuang melawan masalah imunitas dan mudah sakit. Jadi kita selalu waspada untuk memeriksa kulitnya apakah ada tanda kemerahan, gatal, atau lesi," tutup Christine.



Simak Video "Wanita Ini Mendadak Alergi Air Usai Melahirkan"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)