Rabu, 23 Okt 2019 15:09 WIB

Wanita Ini Cegukan Hampir 12 Tahun, Disebut Efek Samping Stroke

Nurul Khotimah - detikHealth
Seorang wanita tidak bisa berhenti cegukan selama 12 tahun. (Foto ilustrasi: Thinkstock) Seorang wanita tidak bisa berhenti cegukan selama 12 tahun. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta - Seringkali kita mengalami cegukan tanpa diduga-duga. Cegukan (singultus) merupakan kontraksi yang tak disengaja pada diagfragma biasanya hingga mengeluarkan bunyi "hik" karena udara yang masuk ke paru-paru menyebabkan ruang antara pita suara menutup.

Nah cegukan yang sangat mengganggu bisa saja terjadi. Seperti dialami oleh Lisa, ibu dua orang anak dari Amerika Serikat, mengalami cegukan hampir 12 tahun. Dilansir dari Mirror, Lisa telah menjalani hidupnya dengan cegukan sejak hamil anak pertamanya.


Menurut dokter cegukan yang diderita Lisa kemungkinan bagian dari efek samping dari stroke selama kehamilan. Menurut dokter yang menanganinya, kasus ini termasuk kasus langka yang hanya dialami beberapa orang.

Menurut The British Society of Gastroenterology massa cegukkan terpanjang adalah 68 tahun. Rekor tersebut dipegang oleh pria bernama Charles Osborne dari Iowa, Amerika Serikat.

Lisa menuturkan ia mampu mengeluhkan bunyi "hik" lebih dari 100 kali dalam sehari. Beberapa orang yang mendengar cegukannya kerap kali menyamakannya dengan suara anjing peliharaan. Berbagai cara pengobatan telah ia tempuh meski belum ada yang berhasil.

Meski awalnya malu berpikir akan menjalani hidup dengan cegukan hingga akhir hayat, Lisa mengaku kini sudah bisa menerima kondisi dan tetap melanjutkan hidupnya bersama cegukan.

"Tapi sekarang, aku sudah terbiasa dengan itu," pungkas Lisa.



Simak Video "Ini Nih Penyebab Terjadinya Cegukan "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)