Rabu, 08 Jan 2020 06:20 WIB

Belajar Terlalu Keras, Bocah Ini Terjangkit Radang Otak

Nurul Khotimah - detikHealth
Gara-gara belajar terlalu keras, seorang bocah mengalami radang otak (Foto: thinkstock)
Jakarta - Saat mengahadapi ujian sekolah setiap anak kerap berlomba-lomba dalam belajar. Mereka berharap mendapatkan nilai terbaik ketika ujian. Namun beberapa anak terlalu memporsir belajarnya saat mendekati waktu ujian yang dikenal 'sistem kebut semalam'. Istilah populer di kalangan anak sekolah yang belajar untuk ujian hanya dalam semalam.

Efek begadang dan kondisi tubuh yang lemas karena memadatkan semua pelajaran dalam waktu singkat memungkinkan rasa tertekan dan memicu stres pada anak. Seperti yang dialami bocah berusia 13 tahun dari Kota Hengyang, Provinsi Hunan dilarikan ke rumah sakit setelah menderita radang otak yang parah akibat menjalani sesi belajar intens hingga begadang. Bocah itu belajar keras untuk menyelesaikan delapan set kertas ujian tanpa istirahat.

Menurut Shin Chew Daily, anak itu tidur larut malam setiap hari untuk belajar karena merasa tertekan menghadapi ujian. Ketika orang tuanya melihat di pagi hari mereka mengatakan dia bertingkah aneh dan terus meneriakkan sesuatu meski faktanya tidak ada.

"Chong, datang dan makan ayam," teriakan sang anak, kata orang tuanya, dikutip dari World of Buzz, Selasa (7/1/2020).



Dokter mendiagnosis dengan ensefalitis reseptor NMDA yang parah. Harvard Health menjelaskan ini adalah sejenis peradangan otak yang dikenal sebagai penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi ketika tubuh secara tak terduga menghasilkan antibodi yang secara keliru menyerang sel-sel otak yang sehat.

Meski kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi, tapi baru-baru ini sebuah studi telah meningkatkan kemungkinan bahwa stres dapat menyebabkan penyakit autoimun.

Gejala orang dengan autoimun biasanya mengalami demam, kelelahan, dan delusi atau halusinasi. Meski begitu para ahli mengatakan kasus seperti ini hanya terjadi jika Anda bekerja terlalu keras tanpa mempertimbangkan waktu istirahat.

Cobalah mengatur waktu dengan lebih bijak, sisipkan waktu istirahat yang cukup serta imbangi dengan mengonsumsi buah dan sayuran segar. Sehingga otak menerima nutrisi yang dibutuhkan untuk terus berfungsi optimal.



Simak Video "Lebih Dekat dengan Komunitas Autoimun Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)