Selasa, 28 Jan 2020 17:31 WIB

True Story

Kisah Wanita yang Tak Bisa Mencium Bau Sejak Lahir

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Asian women are sitting hugging their knees in bed. Feeling sad, disappointed in love In the dark bedroom and sunlight from the window through the blinds.Vintage tone. Ilustrasi Gabriella, gadis yang tak bisa membaui sejak lahir. Foto: iStock
Jakarta -

Sejak lahir, Gabriella Sanders (22) tak pernah tahu soal bebauan dan bagaimana rasa sebuah makanan atau minuman. Hal ini bukanlah sesuatu yang lumrah mengingat hanya 5 persen dari populasi dunia yang mengalami gangguan penciuman.

Meski begitu, tak bisa membaui memiliki banyak dampak, salah satunya termasuk emosi. Misalnya seperti ketakutan masa kecil, masa-masa canggung saat remaja, hingga perasaan gagal saat dewasa karena tak bisa mengetahui kapan bayi perlu ganti popok.

"Aku tak pernah bisa membaui apapun. Ini aneh karena tak satupun ada masalah ini di riwayat keluargaku. Hanya aku dan kakakku, jadi mungkin saja ini sesuatu yang genetik," kata wanita yang berprofesi sebagai penari kontemporer ini, dikutip dari BBC.

Gabriela baru menyadari dirinya tak bisa membaui saat usia sekolah. Ia merasa dijauhi ketika ada tugas sekolah soal panca indera dan ia baru sadar ia tak bisa mencium bau. Hal ini menyebabkan masalah di masa kecilnya.


Ia juga memiliki fobia besar terhadap api atau kebakaran. Ia merasa sangat cemas tak bisa bangun tidur saat rumah kebakaran karena tak bisa mencium bau (asap). Walau begitu, kini Gabriella bisa menerima keadaannya dengan bijak.

Untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti masalah kebersihan pribadi, Gabriella dan orang tuanya membuat kode-kode yang bisa dimengerti satu sama lain.

"Jadi misalnya aku pulang ke rumah dengan teman dan tubuhku sangat bau, mereka akan memberitahuku sehingga aku bisa segera membereskannya. Aku sendiri tak punya parfum dan semacamnya. Tapi aku pakai deodoran karena aku menari tiap hari, walaupun aku tak tertarik dengan (deodoran)," tuturnya.

Gabriella pada akhirnya mulai membuka diri pada teman dan orang-orang terdekat dan menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah suatu hal yuang memalukan. Gabriella juga kerap meminta tolong untuk diberitahu apabila tubuhnya bau.

"Lebih baik aku tahu daripada membuat orang lain merasa tak menyenangkan. Hal ini (mencium bau) bukanlah hal yang kubutuhkan karena aku tak pernah mengalaminya, jadi aku tak tahu apa yang kulewatkan. Tapi kalau bisa, aku akan senang bisa mengalaminya, dan bisa merasakan banyak hal," tandas Gabriella.



Simak Video "Belajar Pantang Menyerah dari Tiffany, Gadis dengan Autisme"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)