Senin, 22 Mar 2021 18:46 WIB

Awalnya Mengeluh Sakit Gigi, Wanita Ini Ternyata Idap Kanker Ganas

Ayunda Septiani - detikHealth
Woman has Tooth Ache Ilustrasi sakit gigi. (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Nicole Kowalski salah didiagnosis oleh seorang dokter saat sakit giginya sudah menjalar menjadi nyeri rahang. Ternyata, itu merupakan tanda awal dari kanker.

Hal ini bermula pada 2017 silam. Saat itu, gigi bagian kanan wanita 27 tahun asal Los Angeles, California, ini tiba-tiba sakit yang tak kunjung sembuh. Dokter gigi menyebut jika tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Hingga enam bulan kemudian setelahnya, sakit tersebut berubah menjadi nyeri rahang. Dia juga merasakan sisi wajahnya melemah.

Pada pemeriksaan kedua, dokter mendiagnosa Kowalski dengan temporomandibular joint (TMJ), nyeri pada tulang temporal. Kondisi tersebut menyebabkan sendi bersama otot dan ligamen membuka dan menutup rahang untuk berbicara, makan, dan menelan.

Saat pemeriksaan ketiga, dokter pun merujuknya ke ahli bedah mulut dan itu membuatnya harus kehilangan gigi belakang di bagian yang sakit.

"Pada titik ini, gigi belakangku sudah dicabut dan aku hampir tidak bisa mengunyah di sisi itu. Itu terlalu menyakitkan," kata Kowalski seperti dikutip dari laman Health.

Akhirnya, ahli bedah mulut mengirim biopsi pencabutan gigi Kowalski ke rumah sakit lain karena kondisinya tidak kunjung membaik. Setelah menunggu selama dua minggu, Kowalski diberitahu menderita desmoplastic fibroma, tumor tulang jinak yang sangat langka.

Hal ini mengharuskan untuk mencari ahli bedah mulut lain untuk melakukan operasi pengangkatan tumor tersebut. Berkat bantuan kenalan sang ibu, ia menemukan ahli bedah kepala dan leher.

Sang dokter kemudian memberi tahu Kowalski bahwa ia harus mencabut empat gigi dan sebagian langit-langit lunaknya agar tumor terangkat.

Selain itu, ia juga menjalani operasi pada Maret 2018 lalu. Dan dua minggu kemudian, dokter yang mengoperasinya kembali menghubungi Kowalski.

"Dokter kepala dan leher mengatakan ada ketidaksesuaian dalam biopsiku dan aku sebenarnya menderita kanker kelenjar air liur tingkat rendah, bukan tumor jinak," terangnya.

Ia mengaku bahwa keluarganya memiliki riwayat kanker, dan ia menyadari suatu saat ia sendiri juga akan menderita penyakit tersebut.

Hingga akhirnya ia menyelesaikan terapi radiasi pada Mei 2018. Meski begitu, kondisinya pun tidak membaik sehingga membutuhkan operasi kedua.

Pada bulan Desember, ia menjalani operasi kedua. Kali ini mereka mencabut gigi depan, sisa langit-langit lunak, dan sekitar tiga perempat langit-langit keras. Jadi ia punya ruang kosong sangat besar di dalam mulutnya.

Perjuangan Kowalski terus berlanjut hingga ia dinyatakan bebas kanker pada November 2020.
Efek samping yang didapatkannya adalah ia harus memakai obturator seumur hidupnya, sudah tidak memiliki langit-langit mulut lunak dan keras, sulit berbicara, mendengar, serta menelan.

Ia juga menderita trismus, atau rahang terkunci, efek dari radiasi. Inilah yang membuatnya sulit makan atau berbicara. Kowalski mengatakan hanya bisa membuka mulut sekitar sepertiga inci saja.

Di balik penderitaannya selama tiga tahun, Kowalski mengaku banyak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.



Simak Video "Hayo! Jangan Lupa Sikat Gigi 2 Kali Sehari Meski di Rumah Aja"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)