Kamis, 01 Apr 2021 15:38 WIB

Cerita Wanita yang Ginjalnya Hampir Rusak karena Berolahraga, Kok Bisa?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi wanita naik sepeda Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/lzf)
Jakarta -

Berolahraga dengan sepeda statis atau spinning jadi salah satu alternatif yang dipilih banyak orang. Namun, seperti jenis latihan lainnya, moderasi juga jadi aspek terpenting sebelum memulai olahraga yang satu ini.

Seorang pengguna Facebook, Atrina Lau, menceritakan kisahnya yang mengalami cedera cukup serius ketika latihan dengan sepeda statis. Setelah menyelesaikan kelasnya, kakinya terasa lemas dan dia tidak bisa berjalan dengan baik.

Awalnya, wanita asal Malaysia ini berasumsi itu hanya nyeri otot biasa yang muncul saat tidak berolahraga selama beberapa hari dan bisa sembuh sendiri. Tetapi rasa sakit yang ia alami berlangsung selama 3 hari bahkan ia tak bisa duduk dan jongkok/

"Saya menyadari setelah beberapa hari, urin saya berubah warna menjadi coklat dan nyeri otot saya menjadi semakin tak tertahankan," kata Atrina, dikutip dari World of Buzz.

Ia kemudian bergegas ke bagian rawat darurat rumah sakit untuk melakukan tes darah. Sekitar pukul 2 pagi, dokter memberi tahu bahwa ia mengidap rhabdomyolysis, suatu sindrom akibat cedera otot langsung atau tidak langsung.

Kondisi ini terjadi akibat kematian serat otot dan pelepasan isinya ke aliran darah. Menurut dokter yang merawatnya, tingkat kreatinin kinase (protein yang dilepaskan oleh otot saat otot rusak) berada pada tingkat yang berbahaya dan dia harus segera dirawat di rumah sakit atau dia akan mengalami gagal ginjal.

Atrina menghabiskan empat hari berikutnya menjalani hidrasi intravena dan diminta untuk minum banyak air selama dia RS. Tingkat kreatin kinase nya segera turun dan dia dipulangkan tetapi dia masih tetap harus terhidrasi.

Kepada World of Buzz, Atrina mengatakan sebelum didiagnosis, ia memang baru pertama kali mencoba latihan spinning atau sepeda statis. Rhabdomyolysis mungkin terjadi pada siapa saja dari latihan yang intens.

"Pastikan Anda selalu terhidrasi setelah melakukan olahraga yang intens. Jika Anda menghadapi gejala serupa, pastikan untuk segera mengunjungi dokter," papar Atrina.



Simak Video "Plester Kompres Tak Bisa Turunkan Demam Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)