Kamis, 27 Mei 2021 12:00 WIB

Sekujur Tubuh Wanita Ini Bengkak karena 'Alergi Bekerja', Kok Bisa?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Asian woman working on a laptop and scratching her skin sitting at home office. WFH. Work from home. Prevention Coronavirus COVID-19 concept. Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/champja)
Jakarta -

Caitlin Taylor, wanita pekerja bank berusia 30 tahun asal Inggris mengalami bengkak memerah di sekujur tubuh. Pemeriksaan yang ia jalani tak kunjung berbuah hasil. Rupanya, Caitlin alergi pada pekerjaan. Kok bisa?

"Benar-benar menakutkan. Saya terbangun dan tubuh saya dipenuhi ruam ini. Saya tidak bisa bernapas dan melihat dengan jelas. Tubuh saya terlihat seperti habis dibakar atau diserang oleh alien. Sakit sekali," katanya, dikutip dari Metro News UK, Kamis (27/5/2021).

Setiap hari Cailtin bekerja pukul 7.00-22.30. Ditambah, perjalanan kereta antara rumah dan kantor selama 1,5 jam setiap perjalanan.

Meski kondisinya terus-menerus memburuk, Caitlin tetap memaksakan tubuhnya bekerja. Seiring waktu, stres dan kecemasan ikut menggerogoti tubuhnya.

"Awalnya, saya benar-benar stres dan kecemasan merayap masuk. Kemudian kondisi tubuh saya memburuk. Ruam di kepala saya sangat parah. Kulit saya benar-benar bengkak," imbuhnya.

"Ketika saya bercermin, saya bisa melihat seluruh wajah saya bengkak. Apotek mengatakan itu adalah reaksi alergi dan memberi saya antihistamin, tetapi malah semakin parah dan menyebar ke seluruh leher lengan dan dada saya. Saya mulai mengalami serangan panik," lanjutnya.

Berdasarkan tes darah, Caitlin didiagnosis mengalami gejala alergi. Namun, dokter tak kunjung berhasil menemukan pemicunya. Ia dianjurkan untuk mengonsumsi obat steroid sehingga berat tubuh bertambah. Tak kunjung pulih, kepercayaandirinya malah ikut anjlok.

Setelah menjalani perawatan intens selama 3 minggu, dokter menduga alergi Caitlin dipicu oleh stres. Mengatasinya, dokter menyarankan Caitlin untuk perlahan mengurangi konsumsi obatnya.

Lantaran tak tahan lagi dengan kondisinya, Caitlin mengambil langkah nekat. Ia berhenti bekerja dan mencairkan seluruh tabungannya untuk berwisata. Mulai dari perjalanan romantis di Spanyol, bersenang-senang di Selandia Baru, Swedia, hingga belajar yoga di Bali.

"Saya meninggalkan semuanya dan tidak punya rencana. Saya takut, saya menangis ketika terbang keluar, tetapi saya memiliki waktu terbaik sepanjang perjalanan," kata Caitlin.

"Saya menemukan cara baru untuk hidup," pungkasnya.



Simak Video "Long Covid Juga Bisa Disebabkan Tekanan Psikis"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)