Rabu, 18 Agu 2021 13:33 WIB

Sempat Kritik Vaksin COVID-19, Kardinal AS Kini Dirawat Pakai Ventilator

Firdaus Anwar - detikHealth
Transferring a patient from the emergency area into the ICU Foto ilustrasi: Getty Images/Tempura
Jakarta -

Kardinal Raymond Burke dari Amerika Serikat (AS) dilaporkan dirawat dengan ventilator setelah positif terinfeksi COVID-19. Sebelumnya ia dikenal sempat mengkritik gerakan vaksinasi.

Lewat unggahan di Twitter, Kardinal Raymond mengatakan dirinya positif terinfeksi pada tanggal 10 Agustus lalu saat melakukan perjalanan. Tim kemudian mengabarkan Kardinal Raymond dilarikan ke rumah sakit dan mendapat bantuan ventilator pada Minggu (15/8/2021).

"Kardinal Burke dirawat di rumah sakit karena COVID-19 dan mendapat bantuan ventilator. Dokter punya harapan baik dengan perkembangan kondisinya," tulis tim akun Kardinal Raymond Burke seperti dikutip pada Rabu (18/7/2021).

Kardinal Raymond sebelumnya dikenal sebagai salah satu tokoh yang mengkritik gerakan vaksinasi COVID-19. Ia beberapa kali mengungkit dan menyebarkan konspirasi keliru soal vaksin COVID-19.

"Vaksinasi tidak boleh dipaksakan pada warga dengan cara totaliter. Bila negara melakukan hal itu, artinya integritas masyarakat sudah dilanggar," ungkap Kardinal Raymond beberapa waktu lalu.

"Negara bisa memakai alasan berusaha menjaga kesehatan warga, tapi bukan yang utama. Negara bukan pemberi kesehatan yang utama. Itu adalah Tuhan," lanjutnya.

Dikutip dari CNN, Kardinal Raymond juga tampaknya memercayai konspirasi vaksin COVID-19 mengandung microchip yang bisa membuat seseorang dikendalikan pemerintah.



Simak Video "Epidemiolog Jelaskan soal Heboh Turunnya Efikasi Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)