Sabtu, 28 Agu 2021 13:46 WIB

Pesan Penyintas COVID-19 dengan Asma: Nggak Usah Milih-milih Vaksin

Syifa Aulia - detikHealth
Vaksinasi Pfizer di Bekasi sudah dibuka di beberapa tempat. Vaksin itu pun dibuka untuk anak usia 12 tahun ke atas dan ibu hamil. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Seorang wanita bernama Indy Nirelan (27) menceritakan bagaimana vaksin COVID-19 menolongnya dari Corona, meski memiliki penyakit asma sejak lahir. Ia memilih segara melakukan vaksinasi COVID-19 sejak awal karena khawatir dengan penyakit yang ia derita.

Lewat akun Twitter pribadinya, @indynirelan, Indy mengaku mendapatkan vaksin CoronaVac dari Sinovac. Ia mengungkapkan betapa hebatnya vaksin tersebut menolongnya saat terpapar COVID-19.

"Saya mengidap asma sejak lahir. Bulan lalu saya positif (terpapar keluarga) setelah 2 minggu vaksin Sinovac. Alhamdulillah selama positif pernapasan tidak terganggu sama sekali. Sesak ringan pun nggak. Batuk pilek aja kayak flu dan tidak ada post long COVID. Vaksin ini ngebantu banget," tulisnya pada Rabu (25/8/2021).




Indy pun menceritakan kronologi saat dirinya terpapar COVID-19 pada 16 Juli 2021 lalu. Ia mengaku tertular virus dari saudaranya yang setiap hari membantu membersihkan rumah.

"Awalnya sepupu saya yang positif COVID-19, kemudian menular ke ibunya yang kebetulan sering ke rumah saya. Bisa dibilang ini klaster keluarga," tutur Indy saat dihubungi detikcom melalui Instagram, Jumat (27/8) malam.

Alami gejala ringan

Meski terpapar COVID-19, Indy mengaku merasakan khasiat dari vaksin Corona. Selama terinfeksi, ia hanya mengalami gejala ringan, seperti demam selama 3 hari, batuk, dan flu selama seminggu. Saturasi oksigennya pun masih dalam kondisi yang aman.

Tak hanya itu, Indy mengungkapkan selama positif COVID-19 penyakit asma yang ia derita tidak kambuh dan tidak merasa sesak napas yang menyiksa.

"Nggak kambuh. Bener-bener ketolong vaksin sih. Biasanya saya kalo lagi flu itu ada sesak ringan. Ini sama sekali nggak ada," katanya.

Setelah dipastikan positif, Indy langsung melapor ke puskesmas terdekat dan berikan vitamin serta obat untuk meredakan gejalanya. Sayangnya, kedua saudara Indy yang juga positif mengalami gejala yang lebih berat.

"Sepupu saya merasakan gejala demam, batuk, flu, dan badan linu. Saat itu sepupu saya dan ibunya belum vaksin. Mereka bahkan sampai mual-mual dan susah makan," jelas Indy.

Usai melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, Indy mengaku kondisinya sudah semakin baik. Ia merasa beruntung telah divaksinasi karena tidak sama sekali merasakan sisa-sisa dari gejala Corona.

Indy pun mendorong semua orang untuk segera melakukan vaksinasi COVID-19. Menurutnya, tidak perlu memilih-milih vaksin, karena semuanya bisa membantu menjaga diri dari virus Corona.

"Apapun merek vaksinnya itu salah satu bentuk usaha kita menjaga diri dan keluarga. Jangan sampai harus ngerasain sakit dulu atau apa pun yang merugikan diri sendiri dan keluarga," tegasnya.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)