Jumat, 08 Okt 2021 14:00 WIB

Kena Long COVID hingga 19 Bulan, Pria Ini Ngeluh Sakit Kepala Kronis-Sesak Napas

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
COVID-19 named by WHO for Novel coronavirus NCP concept. Doctor or lab technician in PPE suit holding blood sample with novel (new) coronavirus  in Wuhan, Hubei Province, China, medical and healthcare Kisah penyintas COVID-19 yang alami long Covid hingga berbulan-bulan. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn)
Jakarta -

Seorang pria bernama Brian Adamson dari Cornwall, Inggris, merupakan satu dari orang-orang yang mengalami long Covid atau post COVID-19. Akibatnya, ia sempat tidak bisa bekerja selama 9 bulan karena kondisi tersebut.

Adamson mengatakan saat ia mengalami long Covid adalah masa-masa yang suram. Saat ia melakukan aktivitas seperti biasanya, akan muncul rasa sakit di kepalanya.

"Jika melakukan aktivitas normal apapun, saya akan mengalami sakit kepala terburuk yang tidak pernah terbayangkan," kata Adamson yang dikutip dari BBC, Jumat (8/10/2021).

Awalnya, saat terinfeksi COVID-19 Adamson merasa 'cukup beruntung'. Pasalnya, pria berusia 36 tahun itu hanya mengalami gejala berupa sakit kepala dan kelelahan.

Setelah tiga minggu, sakit kepala yang dialaminya mulai membaik. Tetapi, pria yang bekerja sebagai paramedis dari Newquay ini merasa seperti kehabisan napas.

"Semakin lama waktu berlalu, semakin saya menyadari bagaimana hal itu berdampak pada saya. Saya tidak bisa berolahraga," ujar Adamson.

"Saat saya sedang berjalan-jalan dengan putri saya yang berada di kereta dorong bayi, tiba-tiba harus menelepon orang tua saya karena saya merasa terlalu lelah," katanya.

Sebelum sakit, Adamson selalu melakukan berbagai macam olahraga seperti berenang, berselancar, bersepeda, dan juga bekerja penuh waktu. Namun, saat mengalami long Covid, ia merasa masa depannya akan suram karena tidak bisa melakukan kegiatan itu lagi.

Seperti Adamson, seorang penulis dan editor dari Holbeton bernama Tamsin Perret juga mengalami kondisi long Covid usai sembuh dari COVID-19. Ia mengatakan bahwa COVID-19 membuatnya lemah.

"Saya tidak pernah sakit seperti ini sebelumnya. Saya dulu lari tapi (sekarang) tidak bisa," sebutnya.

Pria berusia 45 tahun ini mengalami kondisi long Covid selama 19 bulan. Selama itu juga ia tidak bisa bermain dengan anaknya dan sangat membutuhkan dukungan dari keluarga serta teman-temannya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 10-20 persen pasien Corona mengalami gejala long Covid atau post COVID-19. Kondisi akan berlangsung setidaknya selama 3 bulan dan tidak bisa dijelaskan dengan diagnostik alternatif.

Tak hanya orang dewasa atau lanjut usia, kondisi long Covid ini juga bisa dialami oleh kelompok usia anak-anak.

"Gejala umum yang muncul termasuk kelelahan, sesak napas, disfungsi kognitif, tetapi juga yang lain...yang umumnya berdampak pada kehidupan sehari-hari. Gejalanya mungkin baru muncul setelah pemulihan awal yang termasuk bagian dari episode COVID-19 akut, atau bertahan dari penyakit awal. Gejala juga bisa berfluktuasi atau kambuh dari waktu ke waktu," jelas WHO yang dikutip dari CNBC International, Kamis (7/10/2021).



Simak Video "Temuan WHO: Seperempat Penyintas Corona di Dunia Alami Long Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)