Sabtu, 16 Okt 2021 21:30 WIB

Dikira Sakit Tenggorokan, Wanita Idap Penyakit Serius hingga Hampir Meninggal

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Young woman suffering from cold Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Seorang wanita mulanya hanya mengeluhkan sakit kepala, sakit tenggorokan, dan kerap merasa lelah. Sesekali dirinya mengambil parasetamol untuk meredakan rasa nyeri.

Namun, Lauren Connelly, mahasiswa di bidang kedokteran dan perawatan kesehatan tersebut merasakan gejalanya semakin parah. Suatu hari di jam tiga pagi, ia tiba-tiba terbangun dengan rasa sakit yang luar biasa di tenggorokan.

"Rasanya seperti saya menelan gelas dan saya mengalami rasa sakit yang mengerikan dan berdenyut di bawah rahang saya. Obat penghilang rasa sakit juga tidak membantu," jelas Lauren, dikutip dari Metro UK.

"Saya membangunkan teman saya, Tony, dan dia melihat tenggorokan saya seperti terinfeksi, merah, meradang dan ada nanah putih. Dia membuatkan saya minuman panas, dan setuju saya akan menelepon dokter umum saya di luar jam kerja, di pagi hari. Saya berhasil kembali tidur tetapi, bangun lebih awal, masih kesakitan, saya menelepon nomor darurat hingga dua kali."

Ia sempat berpikir hanya sakit tenggorokan biasa, tetapi setelah berjalannya waktu, dirinya semakin yakin ada sesuatu yang salah.

"Saya merasa sangat menggigil, dan sakit yang menyakitkan di mana-mana. Saya mulai merasa khawatir karena saya tidak mengerti mengapa badan saya tidak kunjung membaik. Ketika saya menelepon nomor darurat lagi, saya membuat janji untuk dibawa ke Rumah Sakit Royal Preston, perjalanan selama tiga jam."

Satu jam berlalu, kondisinya malah semakin memburuk. Setiba di rumah sakit, perawat setempat langsung menyadari kalau Lauren mengidap sepsis.

"Sepsis menyebabkan reaksi agresif dari sistem kekebalan terhadap infeksi parah. Itu berarti tubuh Anda sendiri mulai menyerang sel-sel sehatnya, juga sel-sel bakteri," cerita dia.

Tekanan darah saya diukur, EKG diambil, dan suhu saya diperiksa, semua hasil menunjukkan bahwa saya mengalami infeksi parah. Pada titik ini saya menyadari apa yang sedang terjadi, dan merasa ingin menangis, dan bingung, tetapi saya sangat mengantuk dan hanya ingin tidur."

Lauren akhirnya menyadari jika sepsis bisa mengancam jiwanya. Beberapa hari kemudian setelah dirawat, Lauren sempat pingsan dan mulai muntah secara teratur.

Seorang perawat berkata kepada dirinya, jika Lauren tidak segera dirawat, ia bisa meninggal dunia.

"Selama lima hari, saya diawasi oleh perawat. Tony, teman saya, datang mengunjungi saya setiap hari dan terus memberikan kabar kepada keluarga saya, karena keluarga saya tinggal lebih jauh dari saya, sekitar 180 mil jauhnya."

"Setelah saya tinggal di rumah sakit, saya dipulangkan dengan antibiotik oral dan penghilang rasa sakit dan butuh waktu sekitar enam minggu untuk mendapatkan kembali kekuatan penuh," pungkas dia.



Simak Video "Tingkat Konsumsi Paracetamol Pengaruhi Pencemaran Teluk Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)