Kamis, 21 Okt 2021 09:16 WIB

Gegara Obat Jerawat, Pria Ini Kena Sindrom Langka hingga Warna Kulit Berubah

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Gegara Obat Jerawat, Pria Ini Kena Sindrom Langka hingga Warna Kulit Berubah Pria ini mengalami sindrom langka akibat reaksi alergi dari obat jerawat. (Foto: Instagram/@kirtuskwincy)
Jakarta -

Seorang pria mengalami reaksi alergi langka usai menjalani perawatan untuk mengobati jerawatnya. Akibatnya, pria bernama Kirt Thibodeaux II ini harus kehilangan rambut dan mengalami perubahan besar pada kulitnya.

Diketahui, Kirt yang berasal dari Louisiana, Amerika Serikat, ini pertama kali menjalani pengobatan jerawat pada 2017 lalu. Ia diresepkan obat minocycline untuk mengatasi masalah tersebut, tetapi hasilnya tak sesuai yang dia harapkan.

Tak lama setelah mengkonsumsi obat itu, pria berusia 31 tahun ini mengalami sindrom langka yang disebut dengan sindrom hipersensitivitas obat atau reaksi obat dengan eosinofilia dan gejala sistemik (DRESS).

DRESS merupakan reaksi alergi yang parah terhadap obat yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Saat itu, Kirt mengalami kedinginan dan ruam hingga harus mendapatkan bantuan medis karena kondisinya semakin memburuk.

"Saya pikir tubuh saya sedang menyesuaikan diri dengan zat asing baru. Namun, saya salah. Ternyata, saya mengalami reaksi alergi yang parah terhadap obat tersebut," kata Kirt yang dikutip dari Metro UK, Kamis (21/10/2021).

"Saat mendapat perawatan medis, dokter memberitahu bahwa saya bisa saja meninggal. Obat itu menyerang tubuh saya, dan jika saya tetap tinggal di rumah satu jam lagi, kondisi saya bisa semakin memburuk," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]



Seiring berjalan waktu, Kirt mulai mengembangkan kondisi lainnya, yaitu alopecia dan vitiligo. Ia mulai kehilangan rambutnya, muncul bercak-bercak di kulitnya, hingga kehilangan pigmen melaninnya. Kondisi ini menyebabkan muncul bercak putih di seluruh tubuhnya.

Tak hanya itu, Kirt juga mengalami gejala lainnya akibat reaksi obat jerawat tersebut. Misalnya seperti menggigil, ruam parah, hingga kulit yang mengelupas.

"Saya merasa jelek. Saya memiliki banyak hal yang terjadi. Kulit saya mengelupas dan rontok, rasanya seperti terbakar, ruam yang tidak mau hilang yang lebih buruk dari cacar air," ujarnya.

Meski awalnya Kirt merasa malu dengan kondisinya, ia mulai menceritakan kisahnya ini pada 2018. Kini ia pun mulai menjadi model dan berani menunjukkan dirinya.

"Saya hanya perlu memberi diri saya waktu yang sangat dibutuhkan untuk menerima semuanya dan merangkul segala sesuatu tentang saya," pungkasnya.



Simak Video "5 Arahan WHO Usai Temuan Varian Baru Covid-19 Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)