Sabtu, 13 Nov 2021 13:49 WIB

Awalnya Batuk-Sakit Punggung, Wanita Ini Divonis Hidupnya 2 Minggu Lagi

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi Batuk Foto ilustrasi: Shutterstock
Jakarta -

Seorang wanita menceritakan bagaimana dirinya yang terkejut setelah mendengar diagnosis dari dokter. Dokter mengatakan bahwa ia hanya memiliki waktu dua minggu lagi untuk hidup, setelah berbulan-bulan merasakan sakit punggung dan batuk.

Dikutip dari laman New York Post, Becca Smith (29), seorang pegiat olahraga, yang mengira gejala yang ia rasakan disebabkan oleh cakram tulang belakang yang tergelincir. Namun, ia terkejut bahwa dirinya didiagnosis menderita kanker paru-paru.

Becca tengah mendirikan studio yoga sendiri di Leeds pada akhir 2019 ketika dia mulai jatuh sakit. Kemudian, pada Januari 2020 lalu, dia mulai mengalami sakit parah dan selalu migrain.

Ia pun menghentikan yoga dan latihan kekuatan lainnya dengan anggapan dia telah mencederai punggungnya.

Becca dirawat di rumah sakit setelah kehilangan penglihatannya untuk kedua kalinya, dan mengira cakram tulang belakang yang terpeleset menjadi penyebabnya.

Becca dirawat di rumah sakit selama lima hari, sementara dokter melakukan tes pemindaian MRI, CT scan dan melakukan biopsi di punggungnya pada Maret 2020 lalu.

"Saya ingat dua dokter mendatangi saya. Mereka menutup tirai, perut saya turun. Saya hanya tahu ada yang tidak beres," jelas Becca.

Becca kemudian diizinkan pulang dengan perawatan paliatif (akhir hayat). "Teman dan keluarga pergi untuk berada di samping tempat tidur saya untuk mengucapkan selamat tinggal".

Terlepas dari perkiraan dokter dua minggu, keluarga Becca menolak untuk menerima bahwa itu adalah akhir.

Seminggu setelah Becca berada di rumah, seorang perawat rumah sakit menelepon untuk mengatakan bahwa mereka telah menemukan Becca menderita kanker paru-paru ALK.

Meskipun tidak dapat disembuhkan, ALK dapat diobati dengan terapi khusus yang bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan kanker.

Setelah melakukan beberapa perawatan, Becca pun akhirnya bisa kembali bekerja, ke gym, dan mengatakan dirinya sudah merasa sehat baik secara mental maupun fisik.



Simak Video "Perbandingan Paru-paru Pasien COVID-19 yang Divaksin dan Belum"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/fds)