Viral Kulit Wanita Ini 'Gosong' Gegara Hand Body Palsu, Ini Pesan Dokter

ADVERTISEMENT

Round Up

Viral Kulit Wanita Ini 'Gosong' Gegara Hand Body Palsu, Ini Pesan Dokter

Syifa Aulia - detikHealth
Senin, 08 Nov 2021 05:00 WIB
Viral korban krim pemutih palsu.
Foto: tangkapan layar/TikTok
Jakarta -

Seorang wanita asal Palembang, Sumatera Selatan, menjadi korban dari hand body palsu. Kejadian ini diceritakan langsung oleh dokter estetika Sherren Dhillon, MBBS, melalui akun TikTok @makeupxsherren.

dr Sherren menjelaskan wanita itu memakai losion hand body yang memiliki efek memutihkan kulit secara instan. Namun, setelah satu bulan pemakaian kulit pasien menjadi kemerahan.

"Halo hari ini kita kedatangan korban lagi ya. Korban hand body abal-abal. Pertama kulit mbaknya itu seperti ini ya aslinya, terus hanya dalam satu bulan pemakaian dari si hand body itu langsung mutih seperti ini. Tapi setelah itu mulai kemerahan. Mbaknya sempat berobat di tempat lain cuman malah jadinya gosong," kata dr Sherren dalam videonya yang viral.

"Ini juga memang efek awalnya itu dari penggunaan krim abal-abal. Jadi buat kalian semua ini jadi pelajaran lagi ya buat kita. Hati-hati jangan hanya mengharapkan putih tapi kulitnya jadi rusak, yang penting sehat," sambung dia.

Melalui akun TikToknya, dr Sherren menunjukkan produk krim pemutih yang dipakai pasiennya. Losion hand body itu tampak tidak bermerek dan tidak memiliki nomor izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Hal ini membuat dia curiga bahwa produk tersebut mengandung campuran hydroquinone dan steroid. Diketahui, hydroquinone memiliki fungsi untuk memutihkan kulit secara cepat.

"Hydroquinone yang bisa memutihkan kulit secara instan akan disangdingkan dengan asam retinoat, yang berfungsi membuat kulit agar hydroquinone masuk lebih cepat. Hasilnya, kulit akan putih dalam seketika," jelas dr Sherren.

"Kandungan ini tidak dianjurkan sebagai salah satu kandungan dalam lotion pemutih karena penggunaan hydroquinone jangka panjang (dalam enam bulan atau lebih) dapat menyebabkan efek samping berupa iritasi pada kulit yaitu perih, terbakar, kering, dan pada akhirnya kulit menjadi kehitaman," sambungnya.

@makeupxsherren

Semoga ga ada yang jadi korban lagi ya 🙏🏽 #handbodyabalabal #creamabalabal

♬ Just The Two of Us - Kauai45 & Sweet Cocoa

Jenis perawatan yang digunakan

Untuk menyembuhkannya, dr Sherren menggunakan teknik dermashine rejuvenation. Darah pasien akan diambil untuk diubah menjadi serum yang akan dioleskan ke kulit.

Teknik microneedling dan infus whitening platinum juga digunakan sebagai penyembuhan. Sejumlah jenis perawatan itu digunakan untuk menciptakan kolagen baru dalam kulit. Sementara, cairan infus whitening platinum mengandung multivitamin untuk mencerahkan dan menyehatkan kulit.

"Supaya kulitnya kembali sehat, setidaknya kembali ke 70 atau 80 persen, karena kalo 100 persen itu sepertinya nggak bisa dijanjiin ya. Apalagi yang kasusnya lumayan berat seperti ini," pungkas dr Sherren dari Klinik Kecantikan Athena Palembang kepada detikcom dan ditulis Senin (8/11/2021).

Kandungan skincare dan bodycare yang harus dihindari

dr Sherren menjelaskan ada banyak kandungan produk perawatan kulit yang berbahaya. Kandungan yang sering dijumpai pada produk palsu antara lain hydroquinone, merkuri, dan steroid.

"Biasanya yang paling utama itu dipakai kandungan merkuri dan hydroquinone, karena sangat cepat mencerahkan kulit. Cuman karena termasuk obat keras, akan dicampurkan steroid. Di mana penggunaan jangka panjang steroid bisa bikin kulit jadi tipis," kata dia.

Dalam kasus tertentu, steroid masih dapat digunakan sebagai pengobatan seperti penyakit dermatitis. Kandungan itu disebut efektif untuk menenangkan kulit. Kendati demikian, penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter.

Efek samping produk skincare dan bodycare palsu

Dia menghimbau agar masyarakat tidak menggunakan produk palsu untuk merawat kulit. Utamanya produk yang memiliki kandungan merkuri. Menurut dr Sherren, merkuri dapat merusak sistem pencernaan dan saraf.

"Penyakitnya sih nggak ada yang spesifik, bisa menyerang apa saja. Bisa menyebabkan kanker dan lain-lain, banyak banget efeknya. Kanker kulit itu yang paling utama," pungkasnya.



Simak Video "Tanda-tanda Kamu Harus Setop Pakai Skincare"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT