Minggu, 07 Nov 2021 13:17 WIB

Viral Korban Hand Body Palsu, Waspada Kandungan Ini di Krim Pemutih

Syifa Aulia - detikHealth
Viral korban krim pemutih palsu. Foto: tangkapan layar/TikTok
Jakarta -

Produk skincare dan bodycare palsu masih marak dijual di pasaran. Sejumlah orang masih membeli produk tersebut karena ingin mendapatkan kulit putih secara instan.

Skincare dan bodycare palsu itu telah banyak memakan korban. Salah satunya dari seorang wanita di Palembang, Sumatera Selatan. Dalam akun TikTok dokter estetika Sherren Dhillon MBBS @makeupxsherren, dia menjelaskan pasien tersebut mengalami kulit kemerahan setelah satu bulan pemakaian hand body palsu. Luka itu menjadi kehitaman setelah berobat ke dokter sebelumnya.

"Halo hari ini kita kedatangan korban lagi ya. Korban hand body abal-abal. Pertama kulit mbaknya itu seperti ini ya aslinya, terus hanya dalam satu bulan pemakaian dari si hand body itu langsung mutih seperti ini. Tapi setelah itu mulai kemerahan. Mbaknya sempat berobat di tempat lain cuman malah jadinya gosong," ungkap dr Sherren dari Klinik Kecantikan Athena Palembang milik dr Richard Lee.

"Ini juga memang efek awalnya itu dari penggunaan krim abal-abal. Jadi buat kalian semua ini jadi pelajaran lagi ya buat kita. Hati-hati jangan hanya mengharapkan putih tapi kulitnya jadi rusak, yang penting sehat," sambung dia.

@makeupxsherren

Semoga ga ada yang jadi korban lagi ya 🙏🏽 #handbodyabalabal #creamabalabal

♬ Just The Two of Us - Kauai45 & Sweet Cocoa

Efek samping produk skincare dan bodycare palsu

Saat dikonfirmasi detikcom, dr Sherren mengatakan penggunaan skincare dan bodycare palsu dapat memicu permasalahan kulit, terutama produk yang mengandung merkuri. Kandungan merkuri disebut dapat masuk ke sistem pencernaan hingga saraf.

"Merkuri ini bisa terserap ke dalam tubuh kita. Jadi bakalan merusak sistem pencernaan. Penyakitnya sih nggak ada yang spesifik, bisa menyerang apa saja. Bisa menyebabkan kanker dan lain-lain, banyak banget efeknya. Kanker kulit itu yang paling utama," jelas dr Sherren saat dikonfirmasi detikcom dan ditulis Minggu (7/11/2021).

Kandungan skincare dan bodycare yang tak boleh digunakan

Menurutnya, produk krim pemutih kulit yang mengandung hydroquinone, merkuri, dan steroid harus dihindari. Sebab, sangat berbahaya bagi kulit jika digunakan dalam jangka panjang.

"Biasanya yang paling utama itu dipakai kandungan merkuri dan hydroquinone, karena sangat cepat mencerahkan kulit. Cuman karena termasuk obat keras, akan dicampurkan steroid. Di mana penggunaan jangka panjang steroid bisa bikin kulit jadi tipis," sambungnya.

Di sisi lain, steroid masih digunakan bila dalam konteks pengobatan karena berfungsi untuk menenangkan kulit.

"Kalau misalnya sakit, steroid itu masih kita pakai untuk obat. Misalnya pada orang yang mengalami dermatitis. Tapi juga dengan pengawasan dokter," pungkas dr Sherren.



Simak Video "Bang Edy Sulap Sampah Jadi Lukisan Senilai Rp 200 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)