Senin, 22 Nov 2021 14:31 WIB

Tragis, Pria China Tewas Mendadak Usai Nekat Tenggak Soda 1,5 Liter

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
minuman soda kena virus corona Pria di China diduga meninggal usai menenggak 1,5 liter minuman bersoda. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Seorang pria di China diduga meninggal dunia akibat penumpukkan gas yang fatal di tubuhnya. Ini terjadi usai dirinya menenggak minuman bersoda dalam jumlah besar dalam waktu 10 menit.

Kasus ini dipublikasikan dalam jurnal 'Clinics and Research in Hepatology and Gastroenterology. Ini dialami oleh pria berusia 22 tahun yang dengan cepat meminum sebotol minuman soda berukuran 1,5 liter agar tetap terhidrasi selama cuaca panas.

Namun, enam jam kemudian perutnya membengkak dan sakit parah, sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Chaoyang di Beijing.

Dari hasil pemeriksaan, para dokter mengungkapkan pasien mengalami detak jantung yang meningkat, tekanan darah rendah, dan pernapasan cepat. Setelah dilakukan CT scan, terlihat bahwa pasien tersebut memiliki kadar oksigen yang tidak wajar pada dinding usus dan vena portal yang memasok darah ke hati.

Dikutip dari New York Post, pasien tersebut dilaporkan menderita iskemia hati atau dikenal dengan 'shock liver'. Ini disebabkan kurangnya oksigen yang mengalir ke organ tersebut.

Para petugas medis terus mencoba menyelamatkan pria itu dengan melepaskan gas pada sistem pencernaannya. Mereka juga memberikan obat-obatan untuk membantu melindungi hati dan organ tubuh lainnya dari kerusakan yang lebih lanjut.

Kata para ahli

Namun, sayangnya kondisi pria itu semakin memburuk dan akhirnya meninggal dunia setelah dirawat selama 18 jam. Meski begitu, para ahli medis percaya bahwa sangat tidak mungkin pria itu meninggal karena overdosis minuman bersoda.

"Kemungkinan menenggak 1,5 liter atau sedikit lebih dari tiga liter minuman ringan biasa dan bisa berakibat fatal itu sangat, sangat tidak mungkin. Maksud saya, sangat tidak mungkin," kata Profesor Nathan Davies, seorang ahli biokimia di University College London.

Menurutnya, kematian pria itu mungkin karena infeksi bakteri. Bakteri ini bisa saja membentuk kantong gas di dinding usus yang kemudian bocor ke bagian lain dari tubuh, seperti vena portal.

Selain itu, Prof Davies mengatakan meskipun minuman ringan bisa menyebabkan masalah tersebut, mungkin itu bukan menjadi penyebab utama dari kematiannya. Untuk itu, ia membutuhkan lebih banyak informasi untuk menarik kesimpulan soal penyebab kematiannya.

"Itu mungkin bahwa minum minuman berkarbonasi dalam jumlah besar bisa memiliki pengaruh yang memperburuk (kesehatan). Tetapi tanpa kondisi yang mendasarinya, sangat sulit untuk melihat apa yang bisa terjadi," kata dia.

Studi di US Framingham Heart Study menemukan bahwa mengkonsumsi satu kaleng soda per hari bisa menyebabkan berbagai masalah, termasuk obesitas, meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan serangan jantung, stroke, memori yang buruk, volume otak yang lebih kecil dan bahkan demensia.

Pada bulan Juni lalu, seorang wanita di Selandia baru yang memiliki kebiasaan minum soda 2 galon sehari meninggal dunia. Kemungkinan penyebabnya karena komplikasi yang berkaitan dengan konsumsi kafein yang berlebihan.



Simak Video "Varian Omicron 5 Kali Lipat Lebih Cepat Menular Dibanding Delta"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)