Rabu, 24 Nov 2021 14:30 WIB

Nekat Ikut 'Pesta COVID-19' Biar Sengaja Tertular, Pria Ini Meninggal Dunia

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Ilustrasi Coronavirus. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Seorang pria berusia 55 tahun meninggal dunia usai menghadiri pesta yang disebut 'pesta virus Corona' atau 'Coronavirus Party'. Ia nekat datang ke pesta yang diadakan di Kota Bolzano, Tyrol Selatan, Italia Utara, agar terinfeksi virus mematikan itu.

Pejabat kesehatan setempat percaya pria tersebut merupakan salah satu anti-vaksin yang sengaja ingin terinfeksi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan 'pass hijau' atau 'green pass' sebagai bukti sudah kebal dari COVID-19 dan memiliki antibodi di Italia, baik dengan vaksinasi maupun infeksi alami.

Dikutip dari Metro UK, diperkirakan pria yang meninggal tersebut bekerja dengan melintasi perbatasan di Italia. Itu sebabnya ia nekat berusaha mendapatkan green pass ini tanpa divaksin.

Baru-baru ini juga sebanyak tiga orang, termasuk seorang anak-anak, dilarikan ke rumah sakit di Tyrol Selatan usai menghadiri pesta Corona. Kini dua di antaranya tengah menjalani perawatan intensif.

Koordinator unit anti COVID-19 di ibukota Provinsi Bolzano, Dr Patrick Franzoni, mengatakan menyebarkan virus Corona dengan sengaja termasuk kejahatan di bawah undang-undang darurat yang disahkan di Italia dan masih berlaku hingga 31 Desember.

"Kami telah menerima lebih dari satu informasi dari dokter yang pasiennya mengaku telah terinfeksi dengan sengaja. (Mereka melakukan ini) untuk mengembangkan antibodi, dan untuk mendapatkan green pass tanpa melakukan vaksinasi," jelas Dr Franzoni.

"Ada konsekuensi jangka panjang dan bahkan kelompok usia muda yang bisa berakhir di rumah sakit akibat infeksi virus ini," lanjutnya.

Nekat berbagi minuman hingga berciuman dengan orang yang terinfeksi

Dr Franzoni mengatakan sebagian orang lainnya yang bertemu di luar tempat-tempat umum, yang tentunya tak memerlukan izin, nekat berpelukan, berciuman, dan berbagi minuman dengan orang yang terinfeksi.

Sementara yang lainnya memilih berkumpul di sekitar orang yang positif COVID-19 yang tengah terbaring di tempat tidur dengan tujuan untuk 'menghirup' virusnya.

Soal Green Pass

Green pass atau perizinan ini sangat diperlukan bagi orang-orang Italia sebagai salah satu syarat untuk bekerja atau bepergian. Misalnya yang menggunakan kereta jarak jauh, bepergian dengan pesawat, atau mengunjungi tempat-tempat umum seperti museum, restoran, dan bioskop.

Izin tersebut akan berlaku selama 12 bulan untuk orang yang sudah divaksinasi. Selain itu, izin ini juga bisa berlaku selama 6 bulan untuk mereka yang telah memiliki antibodi usai pulih dari infeksi COVID-19.

Warga Italia juga bisa mendapatkan izin ini setelah menunjukkan hasil tes COVID-19 negatif dengan biaya tes £12,60 atau sekitar 240 ribu rupiah. Tetapi, itu hanya berlaku selama 48 jam.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)