Kamis, 09 Des 2021 20:30 WIB

Nahas, Wanita Ini Oplas Demi Punya Miss V Mirip Barbie Berakhir Zonk

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Foto: iStock
Jakarta -

Seorang wanita sangat terinspirasi ingin memiliki vagina seperti boneka barbie dan memutuskan untuk melakukan operasi plastik. Namun setelah melakukannya, ia justru merasa menyesal. Seperti apa ceritanya?

Saat usianya baru menginjak 20-an, wanita bernama Casey Beros sangat menyukai film dokumenter soal prosedur 'vagina desainer' atau yang disebut labiaplasty. Itu merupakan prosedur bedah yang bertujuan untuk memperbaiki penampilan alat kelamin wanita secara umum.

Prosedur ini dilakukan pada bagian labia dalam (labia minora) dan luar, yaitu pada lipatan kulit di sekitar vulva. Pada saat itu, dirinya hanya terpaku pada bentuk vagina seperti barbie yang sangat rapi dan membuatnya lebih percaya diri.

"Pada saat itu, saya belum cukup umur untuk menonton film porno dan menyadari bahwa spektrum vulva yang 'normal' itu sangat luas dan beragam," kata Casey yang dikutip dari Metro UK, Kamis (9/12/2021).

"Saat itu, saya meminta pendapat banyak ahli bedah enam bulan pasca saya menonton film dokumenter itu. Setelah ahli bedah menunjukkan kepada saya beberapa foto vagina. Saya semakin yakin dan masih ingin melanjutkan dan membuat jadwal operasi beberapa minggu setelahnya," jelasnya.

Saat itu, Casey merasa dirinya belum cukup dewasa untuk mempertimbangkan sesuatu beserta kondisinya. Ia masih sulit untuk mengetahui konsekuensi dari tindakannya dan tetap melakukannya pada tahun 2007.

Hasilnya tidak sesuai harapan

Beberapa hari pasca operasi, Casey tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Ia tergeletak tidak berdaya dan menghambat mereka bergerak untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Pasca operasi, Casey tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Ia terus merasa sakit pada area organ intimnya. Sedikit demi sedikit, bentuk vagina yang diharapkannya mulai terlihat.

"Tapi yang saya dapatkan hanyalah labia minora yang sedikit lebih kecil dan beberapa sensitivitas yang hilang, yang (bentuknya) tidak ideal," jelas Casey dikutip dari The Sun.

"Ketika saya sembuh secara fisik, selama tahun-tahun berikutnya, luka emosional saya akan menjadi lebih jelas, terutama ketika saya menjadi seorang ibu dari dua gadis kecil," lanjutnya.

Usai menjalani operasi, Casey justru merasa malu dan menyesal dengan kondisi vagina barunya. Ia menyadari bahwa dirinya dipengaruhi oleh standar kecantikan alat kelamin wanita yang sama sekali tidak realistis.

"Apakah saya menyesalinya? Tentu saja. Itu membuat saya bergidik memikirkan anak-anak saya yang pernah percaya bahwa mereka tidak 100 persen sempurna seperti mereka," pungkasnya



Simak Video "Pasca Rekonstruksi Payudara, Apakah Masih Bisa Menyusui?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)