Jumat, 20 Mei 2022 16:30 WIB

Mendadak Kerap Tak Bisa Tahan Amarah, Pria Ini Ternyata Idap Tumor Ganas Otak

Vidya Pinandhita - detikHealth
Young woman holding hands and saying goodbye to her dying of cancer mother in hospice Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz
Jakarta -

Seorang warga Singapura, Sadayan Ahmed Maideen Jabbar, mengalami stres diduga akibat pandemi. Baginya, segala hal memicu kemarahan sampai ia bertindak kasar terhadap keempat anak dan seorang istrinya. Hal itu terus memuncak hingga pada pertengahan 2020, ia memutuskan bercerai dengan istrinya. Tak diduga, stres tersebut rupanya dipicu oleh tumor ganas di otaknya.

"Kami menikah dengan bahagia selama bertahun-tahun dan dalam dua tahun, segalanya berubah," ujar Maideen, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (20/5/2022).

"Anak-anak tumbuh, pekerjaan berbeda, COVID telah dimulai, jadi saya berasumsi ini adalah perubahan perilaku," sambungnya.

Perubahan emosi Maideen rupanya dipicu oleh tumor ganas di bagian otak yang bertanggung jawab untuk memproses emosi. Setahun setelah perceraiannya, Maideen masih tidak menyadari ada tumor di otaknya. Lama-kelamaan, Maideen sering mengalami 'white-out' yang kemudian diidentifikasi sebagai serangan epilpsi.

"Ketika saya pulih, saya stabil, saya bisa melihat dengan normal, tetapi (ada) rasa logam," kata Maideen kepada wartawan dalam sesi tanya-jawab yang diselenggarakan oleh National University Hospital (NUH).

Setelah mengalami kejang delapan kali dalam sehari, Maideen akhirnya mencari penanganan di NUH. Ia didiagnosis glioblastoma, kanker otak yang agresif dan tidak dapat disembuhkan. Pasien dengan penyakit tersebut memiliki harapan hidup rata-rata 18-24 bulan.

Kepala departemen bedah saraf NUH, Dr Yeo Tseng Tsai, menyebut tumor di otak Maideen berukuran 2,5 cm. Meski tidak berukuran besar, tumor tersebut terletak di amingdala. Dr Yeo menyebut, bagian otak tersebut bertanggung jawab atas emosi, kemarahan, dan respons melawan.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Marshanda Idap Tumor Payudara, Kini Jalani Pengobatan di Singapura"
[Gambas:Video 20detik]