Kamis, 09 Jun 2022 19:00 WIB

Cerita Wanita Kena Penyakit Langka, Badannya Selalu Bau Ikan

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Woman pinches nose with fingers looks with disgust away something stinks bad smell isolated on gray background. Ilustrasi seorang wanita berusia 41 tahun mengalami penyakit langka 'sindrom bau ikan'. Foto: iStock
Jakarta -

Seorang wanita berusia 41 tahun bernama Kelly Fidoe-White harus mandi 4 kali setiap hari akibat kondisi langka yang diidapnya. Ia didiagnosis dengan kondisi trimethylaminuria (TMAU) atau lebih dikenal dengan sindrom bau ikan.

Dikutip dari The Sun, Kamis (9/6/2022), Kelly sudah menyadari aroma uniknya sejak usia enam tahun, tapi tidak menemukan penyebab sebenarnya sampai usianya 34 tahun.

"Pikiran pertamamu adalah bahwa itu adalah bau badan. Jadi kamu lebih sering mandi, menggunakan sabun yang lebih kuat, mencuci pakaianmu menggunakan kristal soda, mengoleskan lebih banyak parfum dan semprotan tubuh - yang semuanya memperburuknya," ujarnya.

Orang yang menderita TMAU sering menghasilkan berbagai bau badan yang kuat dengan contoh termasuk bau ikan busuk, bawang merah dan kotoran. Kelly awalnya menyadari bahwa urinnya berbau seperti ikan saat usianya enam tahun, dan ketika pubertas dia mulai menyadari bau badannya tetap menyengat di luar aktivitas buang air kecilnya.

Kondisi ini sangat langka sehingga hanya tercatat 100 kasus dalam catatan medis menurut Organisasi Nasional untuk Gangguan Langka. Namun beberapa ahli medis percaya angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi dan sumber lain menyebutkan sekitar 200 kasus.

"Aku bisa mandi setiap jam setiap hari dan itu hanya akan membaik untuk jangka pendek. Faktanya, umum bagi penderita baunya jadi lebih buruk setelah mandi karena pori-pori lebih terbuka sebab air hangat," ucap Kelly.

Tidak ada obat untuk TMAU tetapi menghindari makanan tertentu dan melengkapi tingkat nutrisi tertentu dapat mengurangi gejala, yang dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu. Selama bertahun-tahun, Kelly, yang didiagnosis pada tahun 2015, telah menemukan cara unik untuk memperbaiki gejalanya, seperti menerapkan diet rendah kolin.



Simak Video "Viral Mahasiswi Unggah Konten Kateter, Pihak Kampus dan RS Buka Suara"
[Gambas:Video 20detik]
(mfn/naf)