ADVERTISEMENT

Sabtu, 25 Jun 2022 07:00 WIB

Cerita Pasien Cacar Monyet di Kanada, Curiga Tertular Usai Seks

Razdkanya Ramadhanty - detikHealth
Male doctor holding monkeypox vaccine. Foto: Getty Images/iStockphoto/kemalbas
Jakarta -

Seorang pasien cacar monyet atau monkeypox asal Kanada membagikan ceritanya saat terinfeksi. Pada akhir Mei lalu, pria bernama Peter Kelly (28) mengalami beberapa gejala tak biasa usai dinyatakan sembuh sembuh dari COVID-19.

Selama beberapa hari, Kelly merasakan demam, kelelahan, nyeri otot, dan suhu tubuh yang naik turun antara kedinginan serta berkeringat pada malam hari. Setelahnya, muncul luka atau lesi di daerah sensitif tubuhnya seperti kaki dan area rektum.

Meski telah terbiasa dengan rasa sakit akibat pekerjaan sebagai seorang penari, Kelly mengaku tidak pernah merasakan sakit yang begitu menyiksa.

"Sakitnya ada di level lain. Kamu tidak bisa mengendalikannya, rasanya seperti ditusuk pisau silet dan terus-menerus," kata Kelly, dikutip dari CBC News, Jumat (24/6/2022).

Setelah merasakan gejala yang begitu menyakitkan, Kelly dirawat di unit garat darurat dan langsung menjalani beragam tes selama satu bulan. Setelah hasil tes keluar, ia dinyatakan terinfeksi cacar monyet.

Jalani Karantina Panjang

Setelah terkonfirmasi cacar monyet, Kelly harus menjalani karantina selama 21 hari. Ini berdampak langsung pada kondisi kesehatan mental dan finansialnya.

"Gejala fisik yang saya rasakan cukup buruk. Tapi saya sadar, kesehatan mental saya menjadi sesuatu yang harus saya tangani. Ini adalah masa karantina yang lama," ujar Kelly.

Selama masa karantina, Kelly harus menjalani rutinitas perawatan luka cacar monyet yang tidak nyaman. Ia harus mengganti perban pada lukanya, mencuci pakaian dan seprai yang berlumur darah secara teratur, untuk membunuh virus.

Berbicara kepada CBC News, Kelly kerap mengunjungi unit gawat darurat. Pertama kali saat harus menjalani tes cacar monyet, kedua kalinya karena rasa sakit akibat lesi internalnya. Ketiga kalinya, saat luka di kakinya menjadi merah dan terinfeksi.

Setelah berminggu-minggu menjalani karantina, beberapa lesi di tubuhnya belum juga sembuh. Ia mengaku, isolasi tersebut sangat sulit dijalani.

"Beruntungnya, saya tinggal sendirian di apartemen. Saya tidak bisa membayangkan jika ada orang yang harus menjalani isolasi selama 21 hari di sebuah kamar," katanya.

Dugaan Tempat Terinfeksi

Seperti yang diketahui, cacar monyet bisa menular melalui kontak erat antar kulit termasuk bersentuhan dan berhubungan sex. Kemudian, terkena pakaian atau tempat tidur seseorang yang terinfeksi cacar monyet.

Namun dalam kasus Kelly, ia curiga terinfeksi cacar monyet saat mengunjungi pemandian umum dan berhubungan seks.

"Saya berusaha sangat terbuka tentang seksualitas saya dan sangat bersih ketika berhubungan seks. Saya jelas tertular melalui hubungan seks," ucap Kelly.



Simak Video "Mengenal Cacar Monyet yang Mewabah di Sejumlah Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(any/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT