ADVERTISEMENT

Selasa, 28 Jun 2022 21:00 WIB

Parah! Ngaku Kena Kanker, Wanita Ini Pakai Uang Sumbangan Buat Foya-foya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Foto ilustrasi: iStock
Jakarta -

Seorang wanita asal Broadstairs, Kent, Inggris, mengaku sakit parah demi mendapatkan dana sumbangan dari para donatur. Bukannya untuk berobat, uang tersebut justru digunakan untuk foya-foya. Berikut kronologi lengkapnya.

Awal Mula

Wanita berusia 44 tahun yang bernama Nicole Elkabbas awalnya mengaku mengidap kanker ovarium. Ia membutuhkan biaya yang besar untuk kebutuhan pengobatannya. Ia pun mengunggah ceritanya di situs penggalangan dana online, Go Fund Me (situs penggalangan dana massa online di Amerika Serikat), agar mendapat sumbangan dari donatur.

Dalam laman tersebut, Nicole mengunggah foto-foto yang memperlihatkan dirinya di rumah sakit. Setelah diusut, itu merupakan foto lama saat Nicole menjalani operasi kantong empedu beberapa bulan sebelum penggalangan dana dibuat.

Selain foto, pesan di laman itu mengklaim Nicole sebagai 'ibu yang penuh kasih yang baru-baru ini didiagnosis penyakit kanker'. Ia juga mengklaim tidak mampu membayar perawatan medis yang sangat dibutuhkan.

Tak tanggung-tanggung, Nicole juga mencantumkan seorang dokter palsu yang diklaim telah merawatnya di sebuah klinik di Barcelona. Dari cerita bohong itu, sumbangan dari ribuan simpatisan mulai berdatangan.

Dana Sumbangan untuk Liburan

Dengan liciknya, Nicole ini menyalurkan sumbangan massa yang diterimanya dari para donatur ke rekening pribadinya. Ia menggunakan dana itu untuk melunasi hutangnya karena berjudi.

Dikutip dari The Sun, ia juga menggunakan dana sumbangan itu untuk melanjutkan hobinya berjudi, menikmati hidup mewah di Spanyol, hingga berlibur ke luar negeri.

Dinyatakan Bersalah dan Dipenjara

Akibat tindakannya itu, pada sidang di bulan November 2021 Nicole dinyatakan bersalah atas satu tuduhan kepemilikan properti kriminal yang berkaitan dengan sumbangan senilai ribuan pound, yang dia transfer ke rekening pribadinya. Sejak penangkapannya, penyelidik menghitung sumbangan yang didapatkannya mencapai 360.000 euro atau sekitar 5,6 miliar rupiah.

"Penipuan itu licik dan manipulatif," tegas Hakim Mark Weekers yang menjatuhkan hukuman pada Nicole tahun lalu.

Nicole dihukum penjara selama dua tahun sembilan bulan akibat kejahatannya itu. Namun, ironisnya proses pengadilan memutuskan bahwa wanita itu dinyatakan hanya perlu mengembalikan uang yang digunakannya kurang dari 100.000 rupiah dalam 28 hari ke depan.

Pengadilan memutuskan penipu itu tidak memiliki aset atau 'prospek realistis' untuk membayar kembali seluruh jumlah uang pada sidang penyitaan. Padahal, uang yang didapatkannya jauh lebih besar dari itu.

Pengakuan Korban Penipuan Nicole

Tindakan Nicole pun disebut telah 'menghina para donatur yang dengan tulus membantunya untuk melawan kanker'. Salah satu korbannya mengaku merasa dimanfaatkan, dikhianati, malu, terhina, dan tertekan.

Korban lainnya, Katie Taylor, juga merasa sakit dan kaget setelah mengetahui bahwa penggalangan dana yang dilakukan pada 2018 itu adalah palsu.

"Saya tidak percaya ini benar, saya merasa sangat, sangat bodoh," ungkap Katie.

"Saya merasa Nicole pasti menertawakan saya melihat betapa mudahnya saya tertipu, itu sangat memalukan. Bagaimana seseorang bisa memanfaatkan saya dan anggota kelompok donatur seperti ini selama berbulan-bulan?" jelasnya.



Simak Video "Pengobatan Pasien Kanker Payudara Tergantung Tingkat Stadium"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT