Parah! Geger Dokter Lakukan Pelecehan Seksual Pada Pasiennya yang Dibius

ADVERTISEMENT

Parah! Geger Dokter Lakukan Pelecehan Seksual Pada Pasiennya yang Dibius

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 12 Jul 2022 17:06 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto: iStock
Jakarta -

Seorang dokter anestesi ditangkap karena diduga melakukan pelecehan seksual. Dari kamera tersembunyi, terlihat pria yang diketahui bernama Giovanni Quintella Bezerra melakukan pelecehan seksual pada seorang wanita saat melakukan operasi caesar.

Kecurigaan terlihat saat tangan Bezerra bersembunyi di balik selembar kain. Saat itu, ia diduga melakukan pelecehan seksual karena kain itu bergerak. Ditambah dosis anestesi yang diberikan pada pasien sangat besar.

Di hari ketiga, rekan Bezerra memindahkan pasien ke ruang operasi yang berbeda di Rumah Sakit da Mulher di São João de Meriti, Rio de Janeiro. Di sana, mereka memasang sebuah kamera tersembunyi.

Dari hasil rekaman itu, menunjukkan Bezerra yang berusia 32 tahun itu terlihat memasukkan penisnya ke mulut pasien. Setelah sekitar 10 menit, Bezerra merapikan celananya dan membersihkan mulut wanita itu dengan tisu.

Bezerra Ditangkap

Berdasarkan bukti rekaman itu, Bezerra ditangkap pada Senin (11/7/2022) waktu setempat atas tuduhan pemerkosaan terhadap orang yang rentan. Ia diancam dengan hukuman penjara hingga 15 tahun.

Dalam sebuah pernyataan, Yayasan Kesehatan Negara Bagian Rio de Janeiro dan Sekretaris Negara untuk Kesehatan mengatakan telah mengambil tindakan untuk kasus ini.

"Kami memberi tahu Anda bahwa penyelidikan internal akan dibuka untuk mengambil tindakan administratif," tulis mereka yang dikutip dari Daily Star, Selasa (12/7/2022).

Bezerra sendiri mengatakan telah menolak untuk mengajukan pembelaan. Ini dilakukan sampai ia memiliki kesempatan untuk meninjau semua bukti yang telah memberatkannya.



Simak Video "Fetish Kadang Bisa Berbahaya, Bagaimana Menyembuhkannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT