Ikut Pesta Seks, Pria Ini Diduga Tewas Gegara Tenggak Viagra

ADVERTISEMENT

Ikut Pesta Seks, Pria Ini Diduga Tewas Gegara Tenggak Viagra

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 27 Jul 2022 22:00 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Seorang pria di Thailand meninggal saat mengikuti pesta seks yang rutin diadakan setiap bulan. Ia ditemukan tergeletak lemas di sofa saat teman-temannya berhubungan seks dengan para pekerja seks.

Kejadian ini berawal saat pria bernama Khun Thep yang berprofesi sebagai sopir taksi itu mengadakan pesta seks dengan teman-temannya di Provinsi Samut Prakan, Thailand, pada 8 November 2020. Namun, sebelum berhubungan seks, pria berusia 44 tahun itu mengkonsumsi Viagra.

Tak hanya itu, ia juga menggunakan 'Marathon Rub', yaitu krim ereksi yang biasa dipakai untuk membuat ereksi penis bertahan lebih lama saat berhubungan seks. Kemudian, pria itu membawa seorang wanita ke sebuah kamar di hotel dan berhubungan intim.

Sekitar satu jam kemudian, teman-temannya melihat Khun Thep sangat lelah, dengan posisi telanjang dari bagian pinggang ke bawah. Ia masuk ke dalam kamar teman-temannya dan tertidur di sofa.

Teman-temannya mengira Thep hanya kelelahan dan terus melanjutkan pesta seks mereka. Namun, teman-teman Thep kembali melihat Thep yang tidak bergerak dan mulutnya yang berbusa.

"Kami merayakan ini setiap bulan. Dia datang ke kamar kami dan hanya tidur di sofa saat kami berpesta, kami pikir dia hanya kelelahan," beber satu teman Thep yang dikutip dari Mirror UK, Rabu (27/7/2022).

"Namun, setelah saya guncang tubuhnya, dia tidak merespons," lanjutnya.

Orang-orang yang ada di pesta seks tersebut mulai panik dan menelepon polisi serta tim medis. Setelah diperiksa denyut nadinya, Thep dinyatakan meninggal dunia.

Hasil Pemeriksaan

Di tempat kejadian, polisi menemukan alkohol, sebungkus Viagra, krim ereksi 'Marathon Rub', dan dua pil tak dikenal tergeletak di atas meja. Ada juga beberapa botol wiski, kaleng bir, dan cemilan.

Petugas medis yang memeriksa Thep mengatakan bahwa pria itu mengalami serangan jantung. Ini terjadi karena seks yang terlalu bersemangat, bersamaan dengan mengkonsumsi alkohol serta obat-obatan seks.

Meski autopsi lengkap belum dilakukan, petugas medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda cedera di tubuh Thep.

"Tidak ada yang mencurigakan tentang kematian di hotel. Namun, itu memalukan bagi keluarganya karena mereka tidak tahu bahwa dia ada di sana," kata Kapten Polisi Namasphong Madha.

"Kami akan menyelidikinya," sambungnya.



Simak Video "Cegah Cacar Monyet, WHO Minta Masyarakat Hindari Seks Bebas"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT