Geger Pria Bunuh Teman Kencan gegara Malu Mr P Tak Bisa Ereksi

ADVERTISEMENT

Geger Pria Bunuh Teman Kencan gegara Malu Mr P Tak Bisa Ereksi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 13 Des 2022 17:00 WIB
ilustrasi penis
Ilustrasi Mr P (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Geger pekerja laboratorium membunuh teman kencannya karena merasa dipermalukan oleh kondisi disfungsi ereksi yang dialaminya. Tidak jelas motif pembunuhan tersebut namun jaksa mengatakan aksi itu dipicu masalah pribadi.

Ross McCullum (30) didakwa atas pembunuhan seorang wanita berusia 23 tahun. Kasus tersebut bermula saat keduanya janjian untuk bertemu di rumah wanita itu untuk sesi privat.

Dikutip dari The Guardian, saat bermesraan, McCullum malah mencekik teman kencannya dan membunuhnya. Dia mengatakan aksi itu dipicu oleh ingatan pelecehan seksual selama seks oral.

Jaksa menyebut McCullum sempat memesan Tadalafil, obat untuk mengatasi disfungsi ereksi di internet sebelum kasus itu terjadi. Begitu obat tersebut tiba, dia mengundang korban ke rumahnya.

Menurut jaksa, terdakwa menyerang korban dengan kemarahan membabi buta, karena merasa telah dipermalukan.

"Penismu tidak berfungsi. Kamu membencinya karena semua hal tentang dia dan semua hal yang tidak bisa kamu lakukan," tegas jaksa Cammegh

Disfungsi ereksi atau lemah syahwat adalah kondisi ketika pria tidak mampu mempertahankan ereksi meski ada rangsangan seksual. Kondisi ini dapat menimbulkan stres, regangnya hubungan, dan menurunkan rasa percaya diri pada pria.

Dikutip dari laman RSUI, spesialis urologi dr Dyandra Parikesit, BMedSc, SpU,FICS menyebut penyebab disfungsi ereksi dapat diklasifikasikan menjadi psikologis dan non-psikologis. Berbagai penelitian telah menunjukan bahwa lebih dari 80 persen kasus disfungsi ereksi disebabkan oleh penyebab non psikologis.

Penyebab psikologis dari disfungsi ereksi antara lain depresi dan gelisah, terutama gelisah yang berhubungan dengan ketidakmampuan mencapai ereksi sedangkan penyebab lain dari disfungsi ereksi adalah penyakit pembuluh darah, gangguan persarafan, gangguan hormonal, dan obat-obatan.

Pengobatan disfungsi ereksi tergantung pada penyebabnya. Konseling psikologis dapat membantu disfungsi ereksi yang disebabkan oleh stres, kegelisahan, atau depresi atau kondisi hubungan dengan pasangan.

Selain itu, perubahan gaya hidup juga dapat mengembalikan fungsi ereksi normal pada penis. Perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan adalah berhenti merokok, menurunkan berat badan, rutin berolahraga, berhenti menggunakan narkoba atau alkohol, dan memperbaiki hubungan dengan pasangan.



Simak Video "Indonesia Catat 11 Ribu Kasus Baru Kanker pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT