Ngilu! Testis Pria Ini Bengkak gegara Kemasukan Cacing

ADVERTISEMENT

Ngilu! Testis Pria Ini Bengkak gegara Kemasukan Cacing

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 14 Des 2022 18:30 WIB
Male suffering with pain in the urogenital system. Disease for men. The concept of protection of sexually transmitted infections.
Ngilu, testis seorang pria di India bengkak gegara kemasukan cacing. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Seorang pria berusia 26 tahun terkejut setelah mengetahui ada cacing yang bersarang dalam tubuhnya. Mengacu pada hasil pemeriksaan USG, parasit itu terlihat seperti sedang 'menari' di bagian testis miliknya.

"Pada pemeriksaan USG, struktur bergerak terlihat di dalam saluran limfatik yang melebar (tabung tipis yang mengangkut cairan dan sel darah putih di dalam skrotum)," tulis dokter dalam studi kasus kejadian tersebut, yang dipublikasikan di edisi terbaru New England Journal of Medicine.

Dikutip dari New York Post, studi tersebut menjelaskan pria asal Delhi itu mengalami nyeri dan bengkak di area skrotum serta demam ringan. Itu terjadi selama sebulan.

Saat menjalani pemeriksaan, ditemukan adanya pembengkakan di sisi kanan skrotum. Di pemindaian ultrasonografi berikutnya, terlihat ada 'benda asing' yang bergerak di dalamnya.

Dokter mendiagnosis pria tersebut dengan filariasis limfatik atau lebih dikenal sebagai kaki gajah. Penyakit ini terjadi akibat gigitan nyamuk yang menginfeksi pasien dengan spesies cacing gelang mikroskopis.

Nematoda atau cacing gilig ini menyebabkan cairan menghalangi sistem limfatik, hingga menyebabkan skrotum dan bagian tubuh lainnya membengkak.

Kondisi yang dialami si pria itu disebabkan oleh gelombang cacing hidup yang berpindah ke saluran limfatik. Itu menyebabkan adanya pelebaran dan disfungsi.

Beruntungnya, dokter bisa menemukan cacing itu lebih awal. Dokter berusaha menghilangkan cacing yang ada pada skrotum pria tersebut dengan memberikannya obat anti-parasit selama tiga minggu hingga benar-benar bersih.



Simak Video "Sebastien Haller Idap Tumor Testis, Kenali Gejala-Faktor Risikonya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT