Viral Curhat Payudara Wanita Tak Berhenti Tumbuh, Ternyata Ini Pemicunya

ADVERTISEMENT

Viral Curhat Payudara Wanita Tak Berhenti Tumbuh, Ternyata Ini Pemicunya

Hana Nushratu - detikHealth
Selasa, 17 Jan 2023 20:16 WIB
Ilustrasi Mengecilkan Payudara
Ilustrasi payudara tumbuh besar (Foto: Getty Images/iStockphoto/mheim3011)
Jakarta -

Mempunyai payudara besar merupakan impian bagi sebagian besar wanita, termasuk Pamelia J (27). Akan tetapi, payudara Pamelia terus membesar hingga tidak berhenti tumbuh.

Ukuran payudaranya membesar secara drastis, dari sebelumnya cup J menjadi cup M dalam waktu delapan bulan. Lingkar dadanya juga membesar dari 39 inci (100 cm) menjadi 51 inci (130 cm).

Mulanya, wanita yang berprofesi sebagai model OnlyFans ini menyadari payudaranya membesar ketika bra favoritnya sudah tidak muat. Ia juga merasakan sakit punggung.

"Awalnya menyenangkan dan menarik untuk melihat seberapa banyak mereka tumbuh, tetapi baru-baru ini saya menjadi tidak nyaman, dan saya berharap memiliki payudara berukuran normal," kata Pamelia dikutip dari NY Post.

Wanita Australia ini dirujuk ke ahli bedah pada Maret 2022 dan didiagnosis mengalami gigantomastia. Gigantomastia adalah kondisi yang sangat langka yang menyebabkan pertumbuhan jaringan payudara yang cepat dan berlebihan.

Mengutip National Center for Advancing Translational Sciences, kondisi ini dapat menyebabkan mastalgia (nyeri payudara), ulserasi atau infeksi, masalah postur, nyeri punggung dan cedera traksi kronis pada saraf interkostal yang mengakibatkan hilangnya sensasi puting susu.

Faktor penyebabnya adalah perubahan hormon, penggunaan obat-obatan, atau penyakit autoimun. Namun, penyebab yang dialami Pamelia belum diketahui sampai sekarang.

Pamelia juga menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan sedang menjalani tes untuk melihat apakah kedua kondisi tersebut dapat berhubungan. Akan tetapi, belum ada penjelasan terkait kondisi tersebut.

"Sangat tidak nyaman. Mereka (payudara) sangat berat, dan saya bisa sangat kesakitan," tutur Pamelia.

Selain merasakan sakit fisik, payudara besar Pamelia juga memicu mentalnya. Dia kesulitan menemukan pakaian yang membuatnya merasa nyaman dengan dirinya sendiri dan menghadapi tatapan dan pendapat orang asing.

"Saya kesulitan menemukan pakaian yang sesuai dengan payudara saya, dan akhirnya saya hanya mengenakan kaus oversized. Ada pilihan yang sangat terbatas untuk wanita berpayudara besar, terutama jika Anda tidak ingin belahan dada Anda terlihat," tutur Pamelia.

"Saya merasa sangat sadar diri saat keluar di depan umum. Jika saya memakai sesuatu yang ketat di dada saya, saya melihat wanita memperhatikan saya. Saya merasa terlihat 'kotor' karena memiliki payudara sebesar itu, jadi saya cenderung tinggal di rumah karena kesehatan mental saya terganggu," bebernya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT