Wanita China Squat 200 Kali, Berakhir Alami Kerusakan Otot Parah

Wanita China Squat 200 Kali, Berakhir Alami Kerusakan Otot Parah

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 30 Agu 2026 16:02 WIB
In the Hospital Sick Male Patient Sleeps on the Bed. Heart Rate Monitor Equipment is on His Finger.
Foto: Getty Images/gorodenkoff
Jakarta -

Nasib naas menimpa seorang pekerja muda di China. Wanita bernama belakang Yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kerusakan otot parah akibat dihukum 200 kali squat oleh atasannya karena gagal memenuhi target kerja.

Dikutip dari South China Morning Post, kejadian berawal saat Yang baru saja pindah ke Kota Hangzhou, Provinsi Zhejiang, untuk memulai pekerjaan pertamanya sebagai konsultan keuangan di sebuah perusahaan penyedia pinjaman.

Pekerjaan tersebut pada dasarnya adalah posisi telesales. Manajer tim tempatnya bekerja menetapkan kuota harian yang sangat berat bagi setiap karyawan, yaitu melakukan 200 panggilan telepon, mengundang satu klien, serta mendapatkan setidaknya satu persetujuan kerja sama setiap hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada akhir Juli 2026, Yang gagal mencapai kuota harian tersebut. Atasannya memberi dua pilihan hukuman: membayar denda 50 yuan (sekitar Rp110 ribu) per tugas yang tidak selesai, atau melakukan 100 kali squat.

Karena tidak memiliki uang cukup dan takut dipecat dari pekerjaan pertamanya, Yang akhirnya memilih menjalani hukuman fisik berupa 200 kali squat.

ADVERTISEMENT

Alami Kerusakan Otot yang Bisa Picu Ginjal Rusak

Dalam rekaman video, Yang terlihat tidak mampu berdiri tegak dan berjalan sempoyongan usai menyelesaikan squat terakhirnya. Ia merasakan nyeri luar biasa di kedua kakinya. Namun karena kendala finansial, ia menahan rasa sakit itu dan baru pergi ke rumah sakit lima hari kemudian setelah warna urine-nya berubah menjadi gelap.

Di rumah sakit, dokter mendiagnosis Yang mengidap rhabdomyolysis, sebuah kondisi medis serius ketika jaringan otot yang rusak hancur secara cepat dan melepaskan protein beracun ke dalam aliran darah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu gagal ginjal akut yang mematikan.

Hasil tes laboratorium menunjukkan kadar creatine kinase di dalam darah Yang menembus angka 16.000 U/L. Padahal secara medis, angka 1.000 U/L saja sudah cukup untuk mengonfirmasi diagnosis keracunan otot ini.

Beruntung, Yang tidak mengalami gagal ginjal permanen dan diwajibkan menjalani perawatan medis serta beristirahat total. Akibat kondisi fisiknya yang hancur, ia memilih mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.



(kna/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads