Salah satu tanggung jawab dan kepuasan terbesar seorang ibu adalah memastikan anaknya tumbuh kembang secara optimal dengan memberikan asupan makanan dengan gizi seimbang.
Anak membutuhkan kombinasi karbohidrat, protein dan lemak untuk tumbuh kembang secara optimal. Cadangan kalori yang dibutuhkan adalah 15 persen protein, 30 persen lemak dan sisanya karbohidrat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal menurut dr Fiastuti, sangatlah penting mengerti mengenai jenis lemak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak.
Dari total 30 persen lemak yang dikonsumsi, sebaiknya tidak lebih dari 7 persen lemak adalah lemak jenuh (SAFA) dan 25 persen adalah lemak tak jenuh.
Dan 25 persen dari lemak tidak jenuh tadi, 6-10 persen adalah lemak tak jenuh ikatan ganda (PUFA) dan 15 persen adalah lemak tidak jenuh ikatan tunggal (MUFA). PUFA dan MUFA penting untuk pertumbuhan.
Nah, PUFA inilah yang disebut dengan lemak esensial. Lemak esensial yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan adalah omega 3 dan omega 6.
"Anak yang gemuk pun tetap membutuhkan lemak esensial, karena lemak esensial merupakan salah satu komponen dalam pembentukan sel. Jadi kalau lemak esensial tidak mencukupi, sel-sel tubuh lebih mudah rusak dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan," ujar dokter yang juga berpraktik di Klinik Spesialis Semanggi.
dr Fiastuti menjelaskan, asupan lemak esensial yang seimbang merupakan hal yang mendasar bagi tumbuh kembang optimal anak, karena dapat membantu membentuk dan mengintegrasikan sel-sel membran, sehingga sel membran lebih lentur dan mampu menyerap nutrisi lebih baik dan mempermudah sisa pembuangan keluar dari sel.
Lemak esensial juga mempunyai peran dalam sistem saraf dan pembentukan hormon. Yang tak kalah pentingnya, lemak esensial mempunyai dampak positif terhadap kesehatan kardiovaskular.
Pernyataan ini memang sebaiknya mendapat perhatian khusus, mengingat faktor penyebab penyakit kardiovaskuler semakin meningkat di jaman moderen ini, dan upaya pencegahannya harus dimulai dari usia dini.
Menjaga asupan lemak esensial yang cukup bagi anak tidaklah gampang, karena lemak esensial tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus melalui makanan yang dikonsumsi.
Makanan yang mengandung kadar lemak esensial tinggi antara lain:
- Ikan laut dalam seperti salmon, tuna, tenggiri, dan kakap
- Minyak sayur yang tidak dipanaskan terlalu tinggi. Bila dipanaskan terlalu tinggi seperti saat mengoreng, lemak esensial yang ada pada minyak sayur berubah menjadi lemak jenuh yang jahat.
- Kacang-kacangan
- Kedelei pada tempe dan tahu
- Tauge
- Telur dan produk susu
- Minyak kelapa
- Ayam
- Biskuit asin
- Alpukat
Menurut dr Fiastuti, anak harus diberi lemak esensial sejak ia mulai terlepas dari ASI, sekitar usia 1 atau 2 tahun.
Bila seorang anak kekurangan lemak esensial, dapat berakibat seperti berikut:
- Membran-membran sel yang melindungi organ lemah, sehingga si anak gampang sakit
- Sistem jantung menjadi tidak kuat
- Tumbuh kembang otak terganggu
- Imunitas atau sistem kekebalan tubuh rendah











































