Saat ini ada sekitar 350.000 Posyandu yang tersebar di seluruh Indonesia, yang merupakan garda depan dalam melayani masyarakat, terutama anak-anak.
Dari hasil penelitian yang dilakukan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada periode Juni 2009 sampai Mei 2010 di 9 Provinsi dan 22 kota di seluruh Indonesia, 97 persen anak sudah dibawa ke Posyandu setiap bulan. Tetapi sebagian kegiatan rutin tersebut berhenti setelah anak berusia 2 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Prof Ali, ada banyak alasan ibu tak mau lagi membawa anaknya ke Posyandu, antara lain:
- Merasa sudah tidak punya tanggungan untuk ke Posyandu karena merasa imunisasi sudah lengkap
- Malas membangunkan anaknya
- Ibu sibuk atau bekerja
"Padahal ke Posyandu bukan hanya untuk mendapatkan imunisasi, tetapi memonitor dan menimbang berat badan anak. Hal ini karena kebanyakan anak balita sering mengalami fase susah makan, sehingga berat badannya harus dikontrol terus jangan sampai si anak kekurangan gizi. Sebaiknya ibu tetap rutin ke Posyandu hingga anak usia 5 tahun, meskipun imunisasi anak sudah lengkap," lanjut Prof Ali.
Kegiatan penimbangan berat badan rutin sangat penting untuk mengamati pertumbuhan yang terjadi pada anak. Dengan penimbangan berat badan rutin juga dapat menemukan kasus-kasus gizi kurang dan mencegah busung lapar.
Prof Ali menuturkan, usia 5 tahun merupakan periode kritis kedua pada anak. Bila pertumbuhan anak tidak dipantau hingga mengalami status gizi yang buruk, maka hal tersebut bisa berlanjut seiring pertumbuhan anak. Jadi, sebaiknya tetaplah rutin membawa balita Anda ke Posyandu hingga usia 5 tahun. (mer/ir)











































