Rabu, 30 Mei 2012 15:25 WIB

Ulasan Khas

Teknik-teknik Aborsi yang Legal

Vera Farah Bararah - detikHealth
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Sebagian besar perempuan melakukan aborsi secara ilegal dengan mengonsumsi jamu atau alat tertentu yang berbahaya. Jika aborsi dilakukan karena faktor medis, maka ada beberapa teknik aborsi yang boleh dilakukan.

"Prinsip aborsi itu sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu, untuk aborsi karena alasan medis menggunakan obat atau melalui kuret," ujar Dr Med Damar Prasmusinto, SpOG dari Departemen obstetri dan ginekologi FKUI/RSCM saat dihubungi detikHealth, Rabu (29/5/2012).

Dr Damar menuturkan berikut ini teknik-teknik aborsi yang bisa dilakukan secara legal atau diperbolehkan karena ada alasan medis yaitu:

1. Menggunakan obat
Obat ini biasanya digunakan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu dan harus dokter yang melakukan, karena jika dilakukan sembarangan bisa menimbulkan komplikasi dan bahkan dapat membahayakan ibunya.

"Kalau tidak ada pengawasan bisa berbahaya bisa menyebabkan ibunya meninggal, karena itu biasanya diobservasi terlebih dahulu di rumah sakit dan dilihat selama 24 jam," ungkapnya.

Umumnya obat yang diberikan pada ibu yang akan aborsi ini berfungsi untuk merangsang timbulnya kontraksi. Meski begitu pemberian obat ini berdasarkan resep dokter dan harus dibawah pengawasan.

2. Menggunakan teknik kuret
Untuk melakukan teknik ini dokter biasanya akan memberikan bius pada pasien, setelah itu hasil dari konsepsi antara sel telur dan sperma ini dikerok atau disedot, dan ini termasuk tindakan operasi kecil.

Meski begitu tindakan ini juga memiliki komplikasi seperti risiko dari bius itu sendiri, infeksi, pendarahan, cedera organ seperti robek jika dilakukan dengan tidak tepat.

"Kalau dilakukan dengan dokter maka kondisinya bisa terkontrol dan efek sampingnya bisa menjadi minimal," ujar Dr Damar yang juga berpraktek di Brawijaya Women and Children Hospital.

Hal senada juga diungkapkan oleh dr R Muharam, SpOG dari Klinik Yasmin RSCM bahwa saat ini hanya 2 teknik tersebut yang digunakan untuk aborsi secara legal yaitu melalui obat dan kuret.

"Untuk itu teknik ini harus dilakukan oleh orang yang memang berkompeten, karena jika dilakukan sembarangan atau orangnya tidak kompeten bisa menyebabkan infeksi yang paling banyak, mandul serta kerusakan organ," ujar dr Muharam.


(ver/ir)