Cukupkah dengan Menjaga Nutrisi, Anak Bisa Kebal Kuman?

Ulasan Khas Kontroversi Vaksin Bayi

Cukupkah dengan Menjaga Nutrisi, Anak Bisa Kebal Kuman?

Vera Farah Bararah - detikHealth
Rabu, 20 Jun 2012 13:29 WIB
Cukupkah dengan Menjaga Nutrisi, Anak Bisa Kebal Kuman?
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Beberapa orang beranggapan jika anak sudah mendapatkan nutrisi yang tepat dan baik, maka ia bisa terbebas dari segala macam penyakit. Sebenarnya cukupkah anak kebal dari kuman hanya dengan menjaga nutrisinya?

Imunitas atau sistem kekebalan tubuh yang dimiliki oleh manusia bisa berasal sejak ia lahir dan ada juga yang dari nutrisi. Misalnya beberapa ras tertentu ada yang sudah punya kekebalan alami.

"Tapi untuk penyakit yang belum terpapar atau status imunisasi ibunya belum lengkap, maka si anak jadi tidak punya kekebalan. Karena itu meski anak mendapatkan nutrisi yang baik dan cukup tetap bisa terkena penyakit," ujar dr Rifan Fauzie, SpA dari RSAB Harapan Kita Jakarta, saat dihubungi detikHealth, Rabu (20/6/2012).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr Rifan menjelaskan suatu penyakit bisa muncul dari lingkungan seperti halnya nutrisi, kekebalan anak serta patogenesisnya atau keganasan kuman. Jika nutrisinya sudah terpenuhi tapi kekebalan tubuh tidak ada atau keganasan kuman tinggi, maka anak tetap berisiko terkena penyakit.

"Di luar negeri saja misalnya Amerika Serikat yang gizinya sudah bagus-bagus, imunisasi tetap diperlukan sampai statusnya atau angka kejadian dari penyakit tersebut diyakini sudah nol," ujar dokter yang juga berpraktik di RS Bunda Menteng, Jakarta.

Sementara itu beberapa orang ada yang memiliki anggapan keliru dengan mengatakan jika anak sudah mendapatkan gizi baik misalnya dari air susu ibu (ASI), maka daya tahan tubuhnya sudah cukup baik untuk melawan penyakit.

Meskipun ASI ini memang penting diberikan hingga usia 2 tahun, tapi itu saja sebenarnya tidak cukup karena hanya memberikan perlindungan secara umum. Sedangkan perlindungan yang spesifik terhadap suatu penyakit bisa didapatkan melalui imunisasi dan vaksin.

"Tidak ada satu pun badan penelitian di dunia yang menyatakan kekebalan oleh imunisasi bisa digantikan zat lain termasuk ASI, nutrisi maupun suplemen herbal, karena kekebalan yang dibentuk sangat berbeda," ujar Dr Soedjatmiko, SpA(K) selaku Sekretaris Satgas Imunisasi IDAI dalam artikel yang dikirim ke detikHealth.

Dr Soedjatmiko menuturkan vaksin akan merangsang pembentukan kekebalan yang spesifik (antibodi) terhadap kuman, virus atau racun kuman tertentu. Setelah antibodi terbentuk, maka akan bekerja lebih cepat, efektif dan efisien untuk cegah penularan penyakit yang berbahaya.

Selain diberi imunisasi, bayi juga tetap diberi ASI eksklusif, makanan pendamping ASI dengan nutrisi lengkap dan seimbang, kebersihan badan dan lingkungan. Serta bayi harus mendapat perhatian, kasih sayang dan stimulasi bermain untuk mengembangkan kecerdasan, kreatifitas dan perilaku baik.

* Lebih banyak mana, manfaat vaksin atau risikonya? Ikuti Ulasan Khas detikHealth hari ini tentang Kontroversi Vaksin Bayi di artikel selanjutnya.


(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads