Rabu, 04 Jul 2012 14:52 WIB

Ulasan Khas

Langkah-langkah untuk Menolong Orang yang Kena Stroke

- detikHealth
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Tertolong tidaknya nyawa pasien stroke tergantung pada seberapa cepat ia mendapatkan pertolongan dan seberapa luas kerusakan yang timbul akibat stroke. Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menolong pasien stroke?

Stroke adalah penyakit gangguan pembuluh darah di otak yang bisa berakibat kematian. Jika menemui orang di sekitar Anda dengan ciri-ciri terkena serengan stroke, jalan keluarnya cuma satu, yaitu segera bawa ke rumah sakit.

"Yang paling penting kalau melihat ada gejala-gejala stroke, secepatnya dibawa ke UGD rumah sakit," tegas dr Darma Imran, SpS(K), dari Divisi Neuro Infeksi dan Imunologi, Departemen Neurologi FKUI-RSCM, saat berbincang detikHealth, Rabu (4/7/2012).

dr Darma menjelaskan bahwa gejala stroke biasanya ditandai dengan perubahan yang mendadak, yaitu:
  1. Lumpuh sebelah mendadak
  2. Bicara jadi ngaco atau pelo
  3. Lupa mendadak
  4. Gangguan penglihatan mendadak
  5. Mendadak tidak sadar atau koma.

Bila mendapatkan keluarga atau orang-orang di sekitar Anda menunjukkan gejala tersebut, sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit. Karena semakin lama pasien stroke mendapatkan pertolongan, semakin parah tingkat kerusakan otak dan semakin kecil peluang kesembuhan atau bisa-bisa nyawa pun melayang.

"Yang penting itu bawa ke rumah sakit tercepat, nggak bisa ditangani sendiri. Ada yang mengatakan ditusuk biar darahnya keluar tapi itu belum ada bukti ilmiahnya. Kalau mau tusuk di mobil saja saat menuju rumah sakit biar tak buang waktu. Nggak ada pilihan lain selain ke rumah sakit jangan istirahat-istirahat dulu," ujar Dr. Fritz Sumantri Usman Sr,SpS, FINS, Ahli Penyakit Saraf dan Saraf intervensi di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Jakarta, dalam artikel detikHealth.

Menurut Dr Fritz tertolong tidaknya pasien stroke tergantung dari 2 faktor utama. Pertama, seberapa cepat pasien itu mendapatkan pertolongan yang sesuai di rumah sakit. Kedua, tergantung dari seberapa luas kerusakan yang timbul akibat stroke itu.

"Bisa saja kerusakannya minimal, tapi baru di bawa ke rumah sakit 3 hari kemudian, itu ya sama saja menjadi berat. Atau ketika sampai di rumah sakit pembuluh darah yang pecah ternyata sangat luas, itu juga berat. Itu faktor yang bikin pasien banyak yang tak tertolong," ujar Dr Fritz.

Di rumah sakit, dokter bisa segera memberikan obat untuk meminimalisir kerusakan di otak, baik berupa penyumbatan atau pendarahan akibat pecahnya pembuluh darah. Operasi juga bisa dilakukan bila kerusakan yang terjadi di otak cukup parah.

Pasien stroke juga memiliki waktu emas atau golden time period, yaitu 3 jam pertama. Pada waktu emas ini, bila kerusakan yang terjadi minimal dan segera mendapatkan pertolongan, maka peluang untuk tertolong bisa lebih besar.

"Golden time period pada stroke adalah 3 jam pertama, tapi walaupun nggak di golden period stroke terus berkembang pada 1x24 jam. Saya biasanya tidak menyebutkan golden period karena takutnya malah nggak dibawa ke rumah sakit karena berpikir sudah tidak ada gunanya kalau sudah lewat waktu itu. Padahal stroke terus berkembang selama 24 jam," jelas dr Darma.

Sambil segera membawa pasien ke rumah sakit, keluarga atau petugas medis juga bisa melakukan langkah-langkah penolong, seperti membaringkan pasien dan melancarkan jalan napasnya. Namun sekali lagi, yang harus dilakukan pertama kali adalah membawa pasien ke rumah sakit.



(mer/ir)