Memiliki kadar kolesterol tinggi bisa berbahaya bagi kesehatan karena dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Jika seseorang memiliki hal-hal ini, maka tabungan kolesterol jahatnya akan terus bertambah.
"Banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya penumpukan kolesterol jahat di dalam tubuh," ujar Dr dr Saptawati Bardosono, MSc, SpGK dari Departemen ilmu gizi FKUI saat dihubungi detikHealth dan ditulis, Rabu (8/8/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi yang paling sering karena perilaku hidup misalnya konsumsi energi yang berasal dari lemak dan gula secara berlebihan sehingga ditumpuk sebagai lemak di beberapa lokasi tubuh termasuk dinding pembuluh darah, serta akibat kurang gerak," ungkapnya.
Kolesterol umumnya berasal dari lemak hewani, meski tidak sedikit pula yang berasal dari lemak nabati seperti santan dan minyak kelapa. Beberapa makanan yang selama ini diyakini sehat seperti telur juga banyak mengandung kolesterol.
Sementara itu dr Djoko Maryono, DSDP, DSJP, FIHA, FACC dari RS Pertamina menuturkan makanan yang dikonsumsi memiliki pengaruh terhadap kolesterol sebesar 20 persen. Meski pengaruhnya kecil, tetap perlu dijaga dan diatur asupannya.
"Sisanya yang 80 persen pemicu kolesterol tinggi lebih disebabkan oleh metabolisme, masalah metabolisme ini bisa disebabkan karena gen," ujar dr Djoko yang juga spesialis penyakit dalam dan jantung dari RSPI.
Kolesterol yang terkandung di dalam makanan bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Untuk itu jika asupannya sesuai dengan kebutuhan tubuh maka tidak akan menimbulkan keluhan atau penyakit.
Hal ini karena kolesterol tinggi bisa menyerang siapa saja, dan jika seseorang sudah memiliki kolesterol tinggi maka ia harus mengatur asupan makanan, melakukan pemeriksaan teratur dan olahraga untuk menghindari komplikasi yang lebih serius.
(ver/ir)











































