"Kanker sebenarnya adalah sel tubuh yang mengalami mutasi genetik sehingga berkembang melebihi perkembangan sel normal. Sel-sel normal memiliki kemampuan untuk tumbuh, namun dia mortal (bisa mati), memiliki batas pertumbuhan. Sedangkan sel kanker immortal (tidak dapat mati/abadi) dan terus berkembang tak terkendali tanpa ada batasnya," terang Dr dr Andhika Rachman, SpPD, dokter ahli kanker dari RS Kanker Dharmais kepada detikHealth, Rabu (26/9/2012).
Sel-sel kanker biasanya berkelompok atau mengumpul membentuk tumor. Gumpalan ini akan menghancurkan sel-sel normal di sekitarnya dan merusak jaringan tubuh yang sehat. Yang unik dari sel-sel kanker adalah adanya kemampuan untuk membentuk pembuluh darah sendiri atau disebut dengan angiogenesis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tumbuh tanpa batas, terjadilah nekrosis sentral, yaitu kematian sel-sel kanker di bagian pusat kanker. Inilah sebabnya mengapa seringkali ditemukan luka membusuk di bagian tengah kanker. Sel-sel kanker yang baru selalu tumbuh dan sel-sel kanker yang lama kurang mendapat asupan lalu mati," papar dr Andhika.
Lebih lanjut lagi, dr Andhika menjelaskan bahwa awalnya kanker berkembang secara lokal, yaitu hanya di bagian tertentu dari tubuh saja. Namun jika sudah berada dalam tahap lanjut, sel-sel kanker bisa mengalami metastasis atau menyebar dalam aliran darah dan menyerang bagian-bagian lain dari tubuh.
Misalnya kanker usus yang awalnya hanya menyerang area lokal saja. Pada stadium lanjut, kanker ini dapat menyerang getah bening. Setelah sampai di pembuluh getah bening, sel-sel kanker bisa menyerang paru-paru hingga otak.
"Yang mematikan adalah karena kanker ini seolah-olah dapat membuat cabang di berbagai organ tubuh lainnya. Sel kanker ini menyerap nutrisi dan meningkatkan metabolisme tubuh sehingga membuat penderitanya kurus, pucat dan lemah. Akibatnya pasien jadi menurun nafsu makannya. Kebanyakan pasien kanker meninggal dalam kondisi kurang nutrisi," pungkas dr Andhika.
(pah/ir)











































