1. Jerawat
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Munculnya bintik-bintik jerawat di sekitar wajah hampir tak terhindarkan saat anak-anak memasuki masa puber. Perubahan hormonal yang terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan memang meningkatkan risiko pembengkakan atau radang di kelenjar keringat dan akar rambut yang akhirnya menjadi jerawat.
2. Membesarnya payudara laki-laki
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Bukan cuma anak perempuan yang payudaranya membesar di masa puber, beberapa anak laki-laki juga mengalaminya. Membesarnya payudara anak laki-laki atau gynecomastia saat puber biasanya akan pulih dengan sendirinya dan masih bisa dikatakan normal jika berlangsung tidak lebih dari 6-18 bulan sejak munculnya ciri-ciri seksual sekunder untuk pertama kalinya.
3. Anemia
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Di masa puber, laki-laki mengalami peningkatan ferritin atau zat besi maupun hemoglobin atau zat merah darah. Peningkatan ini tidak teramati pada perempuan, sehingga anemia atau kurang darah sering dialami anak perempuan yang sedang puber apalagi pada masa itu ada banyak darah yang keluar melalui menstruasi pertama.
4. Mata minus
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Pertumbuhan yang dialami anak-anak pada masa puber tidak hanya terjadi pada tulang dan otot, melainkan juga pada ukuran bola mata. Pertumbuhan pada diameter axial bola mata sering berdampak pada munculnya rabun jauh (myopi) atau mata minus yang memang sering ketahuan untuk pertama kalinya pada masa puber.
5. Cedera otot dan tulang
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Pertumbuhan tulang yang terjadi di masa puber kadang tidak dibarengi dengan mineralisasi sehingga tulang belum terlalu padat dan mudah cedera. Selain itu, pertumbuhan beberapa bagian tubuh yang tidak selalu berbarengan membuat sendi-sendi dan tulang memiliki rentang pergerakan yang terbatas dan rentan keseleo.
Munculnya bintik-bintik jerawat di sekitar wajah hampir tak terhindarkan saat anak-anak memasuki masa puber. Perubahan hormonal yang terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan memang meningkatkan risiko pembengkakan atau radang di kelenjar keringat dan akar rambut yang akhirnya menjadi jerawat.
Bukan cuma anak perempuan yang payudaranya membesar di masa puber, beberapa anak laki-laki juga mengalaminya. Membesarnya payudara anak laki-laki atau gynecomastia saat puber biasanya akan pulih dengan sendirinya dan masih bisa dikatakan normal jika berlangsung tidak lebih dari 6-18 bulan sejak munculnya ciri-ciri seksual sekunder untuk pertama kalinya.
Di masa puber, laki-laki mengalami peningkatan ferritin atau zat besi maupun hemoglobin atau zat merah darah. Peningkatan ini tidak teramati pada perempuan, sehingga anemia atau kurang darah sering dialami anak perempuan yang sedang puber apalagi pada masa itu ada banyak darah yang keluar melalui menstruasi pertama.
Pertumbuhan yang dialami anak-anak pada masa puber tidak hanya terjadi pada tulang dan otot, melainkan juga pada ukuran bola mata. Pertumbuhan pada diameter axial bola mata sering berdampak pada munculnya rabun jauh (myopi) atau mata minus yang memang sering ketahuan untuk pertama kalinya pada masa puber.
Pertumbuhan tulang yang terjadi di masa puber kadang tidak dibarengi dengan mineralisasi sehingga tulang belum terlalu padat dan mudah cedera. Selain itu, pertumbuhan beberapa bagian tubuh yang tidak selalu berbarengan membuat sendi-sendi dan tulang memiliki rentang pergerakan yang terbatas dan rentan keseleo.
(up/vit)